Rabu, 22 April 2026

Sains

Astronom Temukan Planet Baru yang Ukurannya Lebih Besar dari Bumi

Astronom menamakan kandidat planet  tersebut  HD 137010 b. Planet ini  berpotensi layak huni. Jaraknya kurang lebih 146 tahun cahaya dari Bumi. 

Editor: Dion DB Putra
FOTO ILUSTRASI BUATAN META AI
ILUSTRASI - Para astronom menemukan kandidat planet baru ukurannya lebih besar daripada planet Bumi. 

Ringkasan Berita:
  • Para astronom menemukan kandidat planet baru ukurannya lebih besar daripada planet Bumi.
  • Astronom menamakan kandidat planet tersebut HD 137010 b.
  • Planet ini berpotensi layak huni. Jaraknya kurang lebih 146 tahun cahaya dari Bumi.
  • Suhu permukaannya diperkirakan bisa mencapai minus 70 derajat celsius.

 

POS-KUPANG.COM - Para astronom menemukan kandidat planet baru ukurannya lebih besar daripada planet Bumi.

Astronom menamakan kandidat planet  tersebut  HD 137010 b. Planet ini  berpotensi layak huni. Jaraknya kurang lebih 146 tahun cahaya dari Bumi. 

Suhu permukaannya diperkirakan bisa mencapai minus 70 derajat celsius. 

Demikian temuan tim ilmuwan internasional dari Australia, Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Denmark. 

Mereka menganalisis data yang direkam tahun 2017 oleh teleskop luar angkasa Kepler milik NASA dalam misi lanjutan K2. 

Peneliti dari University of Southern Queensland (USQ), Australia, Chelsea Huang, mengatakan HD 137010 b mengorbit bintang mirip Matahari dengan periode sekitar 355 hari, nyaris setara dengan satu tahun di Bumi. 

Baca juga: Opini: Kleine Soenda Eilanden

"Planet ini diperkirakan memiliki sekitar 50 persen peluang berada di zona layak huni dari bintang yang diorbitnya," kata Huang, sebagaimana dilansir The Guardian, Kamis (29/1/2026).

Jarak relatif dekat

Menurut Huang, salah satu hal yang paling menarik dari temuan ini adalah jaraknya yang relatif dekat dalam skala astronomi

"Apa yang sangat menarik dari planet seukuran Bumi ini adalah bintangnya hanya berjarak sekitar 150 tahun cahaya dari tata surya kita," ujar Huang. 

Sebagai perbandingan, Huang menyebut planet layak huni lain yang mengorbit bintang mirip Matahari, yakni Kepler-186f, berada sekitar empat kali lebih jauh dan 20 kali lebih redup.

Sinyal redup HD 137010 b terdeteksi ketika melintas di depan bintangnya. Ketika planet itu melintas, cahaya dari matahari sempat mengalami penurunan sangat kecil dan singkat. 

Sinyal redup tersebut pertama kali ditemukan oleh tim ilmuwan warga, termasuk penulis utama studi ini, Dr Alexander Venner, yang saat itu masih berstatus siswa sekolah menengah. 

"Saya berkontribusi dalam proyek citizen science bernama Planet Hunters saat masih duduk di bangku sekolah menengah, dan itu menjadi bagian besar dari bagaimana saya terjun ke dunia riset," kata Venner, yang  menyelesaikan studi doktoralnya di USQ. 

Dia menambahkan, pengalaman kembali meneliti data lama tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved