Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 3 Desember 2025, "Kobarkan Api Misimu"
Misi juga adalah datang, tinggal, dan hidup sebagai hamba bagi sesama yang dilayani. Semangat inilah yang menggerakkan Rasul Paulus
Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar, SVD
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor –NTT
Rabu, 3 Desember 2025 – Pesta St. Fransiskus Xaverius
1Kor 9:16-19,22-23; Mzm 117:1-2; Mrk 16:15-20
Warna Liturgi: Putih
Kobarkan Api Misimu
Misi adalah keluar dari diri sendiri dan berjumpa dengan sesama untuk mewartakan Injil yakni karya keselamatan Allah yang berpuncak dalam diri Yesus Kristus. Misi bertujuan untuk membawa sebanyak mungkin orang kepada Allah.
Misi juga adalah datang, tinggal, dan hidup sebagai hamba bagi sesama yang dilayani. Semangat inilah yang menggerakkan Rasul Paulus sehingga ia harus memberitakan Injil.
Kebangkitan Kristus dan perutusan dari-Nya memampukan Rasul Paulus untuk hadir sebagai seorang hamba dalam Kristus agar ia dapat memenangkan sebanyak mungkin orang dan atau membawa sebanyak mungkin orang kepada Kristus sumber keselamatan.
Semangat yang sama juga berkobar dalam diri St. Fransiskus Xaverius untuk datang ke Asia termasuk Indonesia untuk mewartakan Injil dan membawa banyak orang kepada keselamatan. Semangat ini bersumber dari pengalaman akan Allah yang mengasihi.
Pengalaman ini harus dibagikan dan diwartakan kepada sesama. Santo Fransiskus Xaverius dijadikan pelindung misi bukanlah tanpa alasan.
Semangatnya yang berkobar-kobar untuk mewartakan Kristus ke seluruh dunia telah membawanya pergi sangat jauh untuk mewartakan Injil.
Ada beberapa hal yang dapat kita teladani dari semangat misi orang kudus ini. Pertama, Kepekaan hati untuk mendengarkan. Santo Fransiskus Xaverius terlahir sebagai seorang bangsawan yang kaya raya dan berpendidikan tinggi.
Dia memiliki segala-galanya, namun hatinya selalu bergejolak ketika Santo Ignatius melontarkan pertanyaan: “Apa gunanya manusia mendapatkan seluruh dunia, jika ia harus kehilangan nyawanya?”.
Demikianlah keterbukaan hati yang terus menerus mau mendengarkan kehendak Tuhan dalam hidup, mengantarkan dia untuk mampu melihat impian Tuhan.
Kedua, Semangat yang terus berkobar untuk mewartakan Injil. Santo Fransiskus Xaverius, dengan semangat yang berkobar-kobar, mewartakan Injil ke seluruh dunia meski harus mengalami kesulitan yang tidak sedikit.
Imannya yang kuat pada Tuhan memampukan dia untuk dapat melewati semua kesulitan. Ketiga, Kepercayaan dan penyerahan diri seutuhnya pada Tuhan. Santo Fransiskus Xaverius selalu percaya pada Tuhan sebagai sumber kehidupan, dan inilah yang mendorongnya untuk selalu mewartakan Kristus di mana saja ia berada.
Keempat, Mencintai misi. Santo Fransiskus Xaverius sungguh menunjukkan betapa besar cintanya pada misi. Kecintaannya itu ditunjukkan melalui semangat yang terus menerus untuk mewartakan Injil melalui katekese, mengajarkan doa-doa dan mengajarkan tentang nilai-nilai kristiani.
Salah satu wujud kecintaannya pada misi adalah dia selalu menempatkan diri sebagai bagian dari umat di mana ia berada.
| Renungan Harian Katolik Selasa 23 Desember 2025, “Ia Harus Dinamai Yohanes” |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 23 Desember 2025, "Kisah Kelahiran Yohanes, Aneh Tapi Nyata" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 23 Desember 2025, "Setiap Orang Unik dan Dipanggil untuk Mengabdi" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik 22 Desember 2025, "Maria Memuji Allah Ketika Ia Dipuji" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 22 Desember 2025, "Magnificat" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/John-Lewar-SVD.jpg)