Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 2 September 2025, “Engkaulah yang Kudus Dari Allah”
Dalam bacaan pertama dari surat Paulus, 1 Tesalonika 5:1-6, 9-11, Paulus berbicara tentang kedatangan hari Tuhan yang akan datang seperti pencuri
Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD
Hari Selasa Pekan Biasa XXII
Selasa, 2 September 2025.
Bacaan I: 1Tes. 5: 1-6.9-11
Injil: Luk. 4: 31-37
“Engkaulah yang kudus dari Allah”
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Salam sejahtera untuk kita semua. Permenungan kita hari ini, kita dihadapkan pada dua pesan penting: panggilan untuk berjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan dan kuasa Yesus atas roh-roh jahat.
Tema "Engkaulah yang kudus dari Allah" mengajak kita untuk merenungkan identitas Yesus sebagai Yang Kudus dan bagaimana kita dapat hidup dalam kekudusan-Nya serta mewartakan kuasa-Nya di dunia ini.
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Dalam bacaan pertama dari surat Paulus, 1 Tesalonika 5:1-6, 9-11, Paulus berbicara tentang kedatangan hari Tuhan yang akan datang seperti pencuri di malam hari. Ia mengingatkan jemaat di Tesalonika bahwa mereka bukanlah orang-orang kegelapan, melainkan orang-orang terang.
Oleh karena itu, mereka tidak boleh tidur seperti orang lain, tetapi harus berjaga-jaga dan sadar. Paulus juga menekankan bahwa Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, melainkan untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang telah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.
Karena itu, hendaklah kamu saling menghibur dan saling membangun, seperti yang memang kamu lakukan. Ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan rohani dan saling menguatkan dalam iman, menantikan kedatangan Tuhan.
Sedangkan dalam Injil Lukas 4:31-37, Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, dan mengajar pada hari-hari Sabat.
Orang-orang takjub akan pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di situ, di dalam rumah ibadat, ada seorang yang kerasukan setan. Ia berteriak dengan suara keras, "Hai Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami?
Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Yesus menghardik setan itu, "Diam, keluarlah dari padanya!"
Dan setan itu menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak mencelakakannya.
Semua orang takjub dan berkata satu sama lain, "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar." Kisah ini menunjukkan kuasa dan otoritas Yesus atas roh-roh jahat.
Pengakuan setan bahwa Yesus adalah "Yang Kudus dari Allah" menegaskan identitas-Nya sebagai Anak Allah yang memiliki kuasa untuk mengalahkan kegelapan. Refleksi atas permenungan kita adalah tentang Kesiapsiagaan: Apakah kita hidup dengan kesadaran bahwa Kristus dapat datang kembali kapan saja?
| Renungan Harian Katolik Senin 20 April 2026, "Menabung Kebaikan" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 20 April 2026, "Hendaklah Kamu Percaya" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 20 April 2026, Motivasi Utama Cari Yesus: Peroleh Kebenaran |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 19 April 2026: Kembali kepada Gembala |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 19 April 2026, 'Kleopas dan Dinamika Kehidupan Kita' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon-Bruder_04.jpg)