Breaking News
Jumat, 15 Mei 2026

Kota Kupang Terkini

Kesaksian Warga dan Penghuni Panti Asuhan di Kupang yang Terbakar 

Panti asuhan tersebut diketahui milik para suster dari ordo Canonici Regulares a Jesu Domino (CJD) atau Ordo Suster Kanonik Regular dari Yesus Tuhan.

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/Irfan Hoi
Sejumlah warga dan penghuni Panti Asuhan Guardian Holy Angel di Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Kupang menyaksikan kondisi bangunan panti yang terbakar. Yanse Lasa (baju pramuka) penghuni panti juga turut melihat peristiwa itu. Rabu, (13/5/2026). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sejumlah saksi memberikan kesaksian ketika kebakaran melanda Panti Asuhan Guardian Holy Angel di Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Kupang, Rabu (13/5/2026). 

Salah satu penghuni panti asuhan, Yanse Lasa (16), mengatakan api pertama kali terlihat dari kamar depan. Yanse menyebutkan jumlah penghuni panti sebanyak 18 anak, terdiri dari enam anak perempuan dan sisanya laki-laki.

“Ada kasur yang terbakar di kamar depan,” ujar Yanse, siswa SMKN 5 Kupang itu. Ia hanya mengenakan pakaian seragam sekolah dengan tas di belakangnya. 

Yanse bersama penghuni panti lainnya menyaksikan kobaran api melahap bangunan yang ia huni sejak belasan tahun itu. Pakaian dan buku-buku sekolah tidak ada yang selamat. 

Panti asuhan tersebut diketahui milik para suster dari ordo Canonici Regulares a Jesu Domino (CJD) atau Ordo Suster Kanonik Regular dari Yesus Tuhan.

Dugaan sementara, kebakaran disebabkan  korsleting listrik. Warga di sekitar panti menyebutkan sumber api disinyalir berasal dari meteran listrik di bagian depan panti. 

Api kemudian dengan cepat merambat ke dalam melalui plafon bangunan yang sudah termakan usia itu. Yustus Lamaleta, salah seorang warga setempat mengatakan, percikan api pertama kali terlihat dari kabel listrik di sekitar meteran.

Baca juga: Cerita Suster Marisa da Costa Ketika Kebakaran Panti Asuhan Guardian Holy Angel Kupang

"Dia punya kabel, percikan api di kabel. Percikan api di kabel, dia naik sampai di kamar depan itu. Mungkin ada spon. Di situ dia punya plafon tabakar," katanya.

Dia bercerita, saat kejadian seluruh penghuni berada di dalam panti. Beruntung, banyak warga sedang berada di sekitar lokasi karena menghadiri prosesi pemakaman sehingga proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat.

Yustus mengaku, kobaran api membesar hanya dalam hitungan menit akibat angin kencang yang terjadi saat kebakaran berlangsung.

Sementara itu, Steven Pello warga lainnya menduga kebakaran dipicu gangguan listrik karena api menyebar sangat cepat dari bagian depan.

“Saya kebetulan ikut pemakaman di sekitar sini. Kebakaran ini kemungkinan karena listrik karena apinya cepat sekali membesar dan merambat dari depan melalui plafon,” ujarnya.

Steven mengaku ikut membantu proses penyelamatan barang-barang milik penghuni panti. Amatan wartawan di lokasi, dua mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kota Kupang dan satu truk tangki diterjunkan untuk memadamkan api. 

Sementara itu, aparat Kepolisian dari Polsek Kota Raja juga berada di lokasi dan membantu proses penanganan serta pengamanan tempat kejadian perkara. (fan)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved