Rabu, 15 April 2026

Berita Malaka

Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka Temukan 4 Kasus Demam Berdarah

Ke-4 kasus demam berdarah dengue atau DBD ini, sudah ditangani di Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan atau RSUPP Betun. 

Penulis: Novianus L.Berek | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Kegiatan fogging atau pengasapan yang dilakukan tim Puskesmas Nurobo di rumah penderita DBD 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka

POS-KUPANG.COM, BETUN - Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka menemukan 4 kasus demam berdarah dengue atau DBD per 2 April 2024. 

Sejak Januari hingga April, baru ditemukan kasus demam berdarah dengue atau DBD di wilayah Kabupaten Malaka

Ke-4 kasus demam berdarah dengue atau DBD ini, sudah ditangani di Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan atau RSUPP Betun

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, dr. Sri Charo Ulina melalui Kabid P2P Dinas Kesehatan, Wilfrida Ukat kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 2 April 2024. 

Terhadap kasus DBD, pihak puskesmas telah melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk atau  PSN atau disebut  3M Plus yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia. 

Lalu, kata Wilfrid Ukat, melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) DBD yang bertujuan untuk mengetahui potensi penularan dan penyebaran DBD lebih lanjut serta tindakan penanggulangan yang perlu dilakukan di wilayah sekitar tempat tinggal penderita.

Baca juga: Baliho Kim Taolin Maju Bakal Calon Bupati Malaka Tersebar di 127 Desa 

"Kegiatan PE ini dilakukan karena terdapat laporan dari Rumah Sakit/Puskesmas bahwa terdapat pasien atau masyarakat yang terkena demam berdarah. Petugas kesehatan puskesmas didampingi Dinkes  dengan seijin Kepala Keluarga langsung memeriksa penampungan air serta lingkungan sekitar rumah pasien juga penampungan air dan lingkungan rumah tetangga sekitar," papar Wilfrida. 

Setelah kegiatan PE, lanjut Wilfrida, selanjutnya dilakukan kegiatan fogging atau pengasapan di rumah penderita DBD

Wilfrida memberikan imbauan, cara pencegahan DBD yang paling utama adalah dengan memastikan manusia tidak digigit nyamuk Aedes aegypti. karna demam berdarah dengue alias DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi virus dengue.

"Sekarang kita masih di musim penghujan begini memang rentan terjadi kenaikan kasus penularan penyakit. Kita harap masyarakat harus benar-benar memperhatikan lingkungan rumah agar tetap bersih," tutup Wilfrida. (nbs)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved