Oleh dr John Purnomo Bengngu
Tiga Macam Anestesi: Mana yang Tepat untuk Anda?
Anestesi modern berkembang terus untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pasien, namun memerlukan kerja sama
KETIKA mendengar kata “bius”, kebanyakan orang langsung membayangkan tertidur pulas di meja operasi. Padahal, dalam dunia kedokteran, anestesi tidak hanya satu jenis. Secara umum, ada tiga kelompok besar anestesi: lokal, regional, dan umum, masing‑masing dengan cara kerja dan kegunaan yang berbeda
1. Anestesi lokal: mati rasa di area kecil
Anestesi lokal membuat area tubuh tertentu kebas sehingga prosedur dapat dilakukan tanpa rasa nyeri, sementara pasien tetap sadar penuh. Jenis ini sering digunakan untuk tindakan kecil seperti penjahitan luka, pencabutan gigi, atau operasi benjolan kecil di kulit. Obat biasanya disuntikkan atau dioleskan langsung di sekitar lokasi yang akan dikerjakan. Efek sampingnya umumnya ringan, misalnya nyeri atau memar di tempat suntikan, pusing singkat, atau rasa kebas yang bertahan sedikit lebih lama dari yang diharapkan.
2. Anestesi regional: mematikan nyeri di satu bagian tubuh
Berbeda dengan anestesi lokal yang sangat terfokus, anestesi regional memblokir sensasi nyeri di suatu bagian tubuh yang lebih luas, seperti lengan, tungkai, atau bagian bawah perut. Contohnya adalah anestesi spinal dan epidural untuk operasi sesar, serta blok saraf pada lengan atau tungkai. Pada teknik ini, pasien bisa tetap sadar, kadang hanya diberi obat penenang ringan agar lebih nyaman. Efek samping yang bisa muncul antara lain sakit kepala, nyeri punggung, sulit buang air kecil sementara, atau penurunan tekanan darah; komplikasi berat seperti kerusakan saraf bersifat jarang.
3. Anestesi umum: “tidur” total saat operasi
Anestesi umum digunakan ketika operasi luas, berlangsung lama, atau memengaruhi pernapasan, misalnya operasi perut besar atau bedah dada. Pada teknik ini, pasien dibuat tidak sadar sepenuhnya, tidak merasakan nyeri, dan tidak mengingat jalannya operasi. Obat diberikan melalui infus, gas yang dihirup, atau kombinasi keduanya. Setelah operasi, pasien dapat mengalami efek samping singkat seperti mual, muntah, tenggorokan nyeri, menggigil, mengantuk, atau kebingungan ringan, yang biasanya membaik dalam beberapa jam.
Dokter anestesi membantu memilih yang paling aman
Memilih jenis anestesi bukan sekadar soal “mau bius total atau tidak”, tetapi keputusan medis yang mempertimbangkan jenis operasi, kondisi kesehatan, usia, hingga riwayat penyakit dan obat yang dikonsumsi. Dokter anestesi akan menilai risiko dan manfaat setiap pilihan, lalu menjelaskannya kepada pasien sebelum tindakan. Karena itu, sangat penting bagi pasien dan keluarga untuk jujur menyampaikan riwayat penyakit, alergi obat, dan pernah tidaknya mengalami masalah saat dibius sebelumnya.
Dengan memahami tiga macam anestesi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi memandang “bius” sebagai sesuatu yang menakutkan tanpa alasan. Anestesi modern berkembang terus untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pasien, namun tetap memerlukan kerja sama dan komunikasi yang baik antara pasien dan tim medis. (*)
Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS
| Trump Umumkan Gencatan Senjata Sepihak, Pakar Luar Negeri: Tutupi Rasa Malu |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Warga Bangkoor Sikka NTT Diterkam Buaya Saat Mandi di Laut |
|
|---|
| Warga Kota Kupang Keluhkan Kenaikan Harga LPG 12 Kg, Bebani Pengeluaran Rumah Tangga |
|
|---|
| 13 Siswa SD di Pulau Nuse Menyeberang ke Rote untuk Ikut Tes Kemampuan Akademik |
|
|---|
| Ini Cara Daftar KUR BRI April 2026 Secara Online untuk Pinjaman Rp50 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ilustrasi-anastesi.jpg)