Opini

Opini: Lokusi Jan Hendrik Rapar

Isi buku ini hemat saya sangat membantu siapa pun, termasuk mahasiswa dalam memahami proses berpikir lurus dan sistematis. 

Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/HO
Bernardus Tube Beding 

Rapar juga memaparkan secara ringkas landasan-landasan pokok penalaran yang lain, serta proses-proses penalaran dan isi penalaran menuju “kebenaran yang valid”. 

Bagian akhir buku ini, Rapar memberi lokusi tentang “sesat pikir” sebagai kekeliruan penalaran yang disebabkan oleh kesalahan proses maupun isi penalaran sendiri. 

Secara ilokutif implisit, Rapar menyarankan agar kita memperhatikan bahasa, kaidah-kaidah dalam logika, dan materi pemikiran, sehingga sejauh mungkin dapat menghindarkan kita dari sesat pikir. 

Perlu disadari pula bahwa logika merupakan ilmu pengetahuan sekaligus kecakapan berpikir tepat dan teratur, sehingga kita harus menerapkan logika ke dalam segi praktis. 

Belum ada jaminan bahwa orang yang telah menguasai logika dapat dengan mudah, atau secara otomatis menggapai kebenaran pikiran. 

Bentuk-bentuk latihan analisis pikiran juga baik sekali dilakukan. Itu juga merupakan salah satu usaha guna membuat pikiran kita menjadi semakin “luwes”, tidak sekadar teoretis. 

Usaha ke arah itu rupanya kurang ditekankan dalam buku ini. Inilah yang menjadi titik lemah buku milik Rapar ini. 

Akhirnya, Jan Hendrik Rapar menawarkan suatu bentuk proses menuju “kebenaran ilmiah”, bahkan Aristoteles juga menyatakan bahwa logika merupakan jalan masuk berbagai disiplin ilmu. 

Mereka yang berminat untuk meningkatkan kemampuan pikirnya dengan berpikir rasional, kritis, lurus, sistematis, cermat, dan objektif, sebaiknya tidak melewati buku ini. (*)

Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved