Belanja Masyarakat Turun 0,7 Persen Saat Periode Libur Panjang Bulan Mei 2024
Dia menyampaikan masyarakat akan mulai realokasi belanja di kuartal II-2024. Realokasi tersebut mulai mengarah pada belanja pendidikan.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Belanja masyarakat cenderung melandai pada periode libur panjang pertengahan Mei 2024.
Mandiri Spending Index (MSI) melaporkan, secara umum belanja masyarakat di periode tersebut turun 0,7 persen dibandingkan rata-rata belanja di pekan-pekan sebelumnya.
Head of Mandiri Institute, Teguh Yudo Wicaksono mengungkapkan, tren penurunan belanja masyarakat pada periode tersebut karena pengeluaran masyarakat sudah cukup banyak ketika liburan di momen Idul Fitri.
"Jadi memang masyarakat sudah spending cukup banyak ketika libur panjang saat Idul Fitri, kemudian sesudah itu ada beberapa libur. Sehingga kita expect libur kali ini nggak mendorong banyak belanja. Kira-kira seperti itu," kata Teguh kepada Kontan, Kamis (23/5/2024).
Teguh menyampaikan, penurunan belanja masyarakat terjadi pada kelompok barang yang berkaitan dengan rumah tangga atau household. Pasca Idul Fitri, pertumbuhan nilai belanja pada kelompok rumah tangga terkontraksi 10,4 persen secara tahunan. "Itu turun cukup dalam," ucapnya.
Namun, belanja masyarakat untuk kelompok barang-barang seperti konsumen, supermarket dan restoran relatif stabil. Kemudian, belanja yang terkait dengan elektronik tumbuh cukup tinggi 8,1 persen setelah Idul Fitri.
Lebih lanjut, ia menyampaikan masyarakat akan mulai realokasi belanja di kuartal II-2024. Realokasi tersebut mulai mengarah pada belanja pendidikan.
"Kemungkinan besar belanja yang terkait ritel akan turun saat masuk ke kuartal II, karena orang mulai realokasi belanja ke pendidikan," ujarnya.
Selain itu, kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) juga ikut memengaruhi realokasi belanja masyarakat di kuartal II-2024.
"Kita melihatnya belanja yang terkait dengan pendapatan masyarakat itu kelihatannya akan lebih banyak dialokasikan ke pembayaran cicilan karena suku bunga naik," ucapnya.
Ia menyimpulkan, belanja masyarakat yang sebelumnya banyak dihabiskan pada sektor ritel, fashion dan departemen store akan berkurang di kuartal II-2024. Masyarakat akan bergeser ke belanja yang terkait dengan kebutuhan primer.
Jika melihat dari kelompok penghasilan, ia menuturkan kelompok pada kelas menengah-bawah mencatatkan penurunan belanja. Menurutnya, kelompok kelas penghasilan bawah mengalami flat. Sementara, belanja kelas menengah turun cukup dalam.
Kelompok penghasilan atas juga mengalami penurunan, namun tidak sedalam kelompok menengah.
"Nah kelompok menengah ini cukup tinggi porsinya di dalam kelompok belanja di bulan Mei. Jadi itu yang kita lihat," tuturnya.
Hal tersebut juga tercermin dari data Mandiri Spending Index per Mei 2024 yang menunjukkan kelas menengah angka indeks belanjanya turun ke level 122 dengan indeks tabungan yang juga merosot ke level 94,2 dari posisi Mei 2023 di level kisaran 100.
| Wakil Ketua II DPRD TTS Ingatkan Implementasi Kebijakan WFH Tidak Jadi Libur Panjang bagi Pegawai |
|
|---|
| Total 7 Hari, Pemerintah Resmi Tetapkan Libur Panjang Maret 2026, Tanggal Merah Nyepi hingga Lebaran |
|
|---|
| Siap-siap Libur Panjang, Setelah Tahun Baru 2026 Ada Long Weekend Isra Miraj Nabi Muhammad SAW |
|
|---|
| Sadar Tak Bikin Pintar Keluarga Mama Ance Bertekad Hentikan Anaknya Minum Kental Manis |
|
|---|
| Kabupaten Sumba Timur Surplus Beras dalam Enam Bulan, Produksi Capai 44 Ribu Ton |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ilustrasi-minimarket.jpg)