Dua Oknum Pria Bawa Preman Larang Pekerjaan Jalan Piet A Tallo Kupang

Editor: Sipri Seko
Pria berkaus biru ini mencoba menghentikan pekerjaan di Jalan Piet A Tallo, Kupang, Rabu (2/7/2020) siang.

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Di saat Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis tengah gencar memerangi preman, justru berbanding terbalik dengan yang terjadi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah preman yang dipimpin dua oknum dengan inisial NL dan OO nekad menghadang pekerjaan drainase dan trotoar di Jalan Piet Tallo tepatnya di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa lima, Kamis (2/3).

Sebagaimana pantauan Pos Kupang, aksi nekad ini dilakukan para preman yang dipimpin NL dan OO. Sekitar pukul 12.00 Wita, sejumlah pria tak di kenal memarkir mobil di lokasi yang akan dikerjakan oleh dua unit exavator milik PT Bangkit Flobamora Perkasa. Mereka langsung berteriak meminta para pekerja menghentikan aktivitasnya.

Nikson Lily Dipersilahkan Jual Harta Warisan Hendrik Lily

Seorang pria berbadan kurus memakau kaus oblong biru, yang turun dari mobil hitam langsung meminta para pekerja untuk menghentikan pekerjaan karena tanah itu miliknya. Dia mengaku belum ada pembebasan lahan sehingga tidak boleh ada pekerjaan.

Aksi ini sempat membuat para pekerja berhenti selama 30 menit. Kendaraan yang berhenti membuat kemacetan panjang terjadi di sepanjang Jalan Piet A Tallo mulai dari Jembatan Liliba hingga SPBU Liliba,

Ahli Waris Esau Konay Peringatkan Pelaksana Camat Kelapa Lima

Di saat NL, OO dan sejumlah pria lainnya mencoba menghentikan pengerjaan, tiba-tiba muncul beberapa orang lain yang mengaku sebagai ahli waris tanah itu, Mengaku sebagai ahli waris dari Esau Konay sebagai pemilik tanah, mereka meminta para pekerja melanjutkan aktivitasnya.

Sempat terjadi perang mulut antara NL dan seorang pria yang mengaku sebagai keturunan asli dari Esau Konay. Sambil menunjukkan surat kepemilikan ke sejumlah pekerja, ia meminta NL agar pergi dari lokasi itu karena dia tidak berhak sama sekali.

Dan, tak lama kemudian apparat kepolisian dari Polsek Kelapa Lima tiba di  lokasi. Polisi langsung mengamankan lokasi dan meminta para pekerja melanjutkan pekerjaannya.

Residivis Penipuan Jual Tanah Bodong di Kupang Jadi Tersangka

Kepada para polisi, NL dan OO bersama sejumlah premannya mengaku mereka  diback up Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana Tarung Binti dan Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jaha. Informasi lain, pada Kamis petang, NL langsung dijadikan tersangka dan ditahan di Polsek Kelapa Lima.

Pernah diberitakan, NL sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus jual beli tanah bodong oleh Gunawan Ong senilai Rp 1,4 miliar. Dalam kasus jual beli tanah bodong, NL juga sudah memakan korban sebanyak 10 orang yaitu yaitu Eben Adam, Paul Hugo, Rudolf Adam, Rudi Basuki, Ferdi Kanalou, Robi Lugito, Haji Imron, Albert Fina, Donatus Djanggu dan Gunawan Ong. *