Breaking News:

Nikson Lily Dipersilahkan Jual Harta Warisan Hendrik Lily

Nikson Lily tidak memiliki hak atas tanah milik Keluarga Konay. Kalau dia (Nikson Lily) mau menjual tanah, silahkan pergi cari tanah ayahnya.

Nikson Lily Dipersilahkan Jual Harta Warisan Hendrik Lily
Istimewa
Marthen Konay

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Aksi jual beli tanah bodong milik ahli waris Esau Konay di bilangan Kelurahan Oesapa yang diduga dilakukan oleh Nikson Lily mendapat reaksi keras para ahli waris. Mereka mempersilahkan Nikson Lily untuk pergi mencari dan menjual harta milik ayahnya, Hendrik Lily.

"Secara hukum, Nikson Lily tidak memiliki hak atas tanah milik Keluarga Konay. Kalau dia (Nikson Lily) mau menjual tanah, silahkan pergi cari tanah ayahnya Hendrik Lily baru dijual. Jadi, kalau dia masih berani jual tanah kami, satu saat nanti pasti kami lawan," kata Marthen Konay, salah satu ahli waris Esau Konay kepada wartawan,
Rabu (24/6).

Nikson Lily juga lanjut Marthen Konay, selama ini tidak termasuk pihak yang berperkara dalam menjaga dan mempertahankan warisan Keluarga Konay di pengadilan. Jadi untuk apa Nikson Lily pergi ke lokasi/obyek milik Keluarga Konay yang selama ini dipertahankan dengan darah dan air mata.

Apalagi tegas Tenny--biasa disapa, Nikson Lily sudah pernah divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kupang dalam perkara tindak pidana penyerobotan. Bahkan, dalam amar putusan tersebut Nikson Lily juga diperintahkan untuk tidak boleh memasuki lokasi/obyek milik Keluarga Konay.

Putusan PN Kupang tersebut nomor: 13/Pid.CP/2017/PN. Kpg dengan majelis hakim Prasetio Utomo memvonis Nikson Lili dengan pidana kurungan 15 hari kurungan karena terbukti melanggar pasal 2 Undang Undang Nomor 51 PRP/960 dan pasal 214 KUHP.

"Jadi kalau Nikson Lily masih berani ke lokasi dan jual tanah kami, satu saat nanti pasti akan kami tegur jika ketemu di lokasi. Kami tunggu saja apa tindakan polisi atas perbuatan oknum seperti ini, karena satu saat pasti kami (ahli waris Esau konay Red) ambil tindakan tegas kalau ketemu dia (Nikson Lily Red) di lokasi," sambung Tenny.

Tenny--biasa disapa menyebut bahwa kelakuan Nikson Lily yang menjual tanah warisan Esau konay sudah di luar batas kewajaran. Pasalnya, sebanyak 10 orang telah menjadi korban aksi jual beli tanah bodong oleh Nikson Lily dengan meraup keuntungan hingga miliaran rupiah.

Tenny menyebut 10 orang yang menjadi korban jual beli tanah bodong dari Nikson Lily yaitu Eben Adam, Paul Hugo, Rudolf Adam, Rudi Basuki, Ferdi Kanalou, Robi Lugito, Haji Imron, Albert Fina, Donatus Djanggu dan Gunawan Ong.

Aksi tipu Nikson Lily ini kata Tenny, sudah dilaporkan salah satu korban yaitu Gunawan Ong di Polres Kupang Kota yang telah membayar Rp 1,4 miliar. Terhadap kasus ini Nikson Lily pun sudah ditetapkan sebagai tersangka namun hingga kini kasusnya tidak dilanjutkan ke pengadilan.

Tenny mengingatkan Nikson Lily bahwa secara de fakto ibunya Yuliana Lily-Konay adalah salah satu ahli waris dari Keluarga Konay. Namun secara de jure (hukum), Yuliana Lily-Konay sudah tidak memiliki hak atas warisan tersebut setelah kalah dalam perkara pembagian warisan.

"Ibu dari Nikson Lily yakni Yuliana Lily-Konay sudah tidak memiliki hak atas warisan Keluarga Konay sesuai putusan putusan nomor: 20/Pdt.G/2012 /PN-Kpg tanggal 4 Agustus 2012 dan putusan nomor: 157/ Pdt.G/2015/PN-Kpg tanggal 19 Desember 2016," kata Tenny.

Ia menantang Nikson Lily untuk menyelesaikan administrasi berupa surat penyerahan hak (PH) oleh Nikson Lily baik di Kelurahan Oesapa dan Kecamatan Kelapa Lima. Sebab pasti akan ditolak karena memang Yuliana Lily bukan ahli waris yang sah untuk mengeluarkan surat penyerahan hak.

"Sejak menjabat sebagai Camat Kelapa Lima hingga pensiun April 2020 kemarin, belum ada satu pun surat penyerahan hak yang dikeluarkan mantan Camat Kelapa Lima Abraham Klau untuk Yuliana Lily. Jadi, silahkan para pembeli yang sudah menjadi korban tagih ke Nikson Lily," katanya.

Ia melihat masalah penyerobotan tanah milik Keluarga Konay oleh para preman yang dipimpin Nikson Lily belum dapat diselesaikan oleh pihak berwajib justru menimbulkan masalah baru. Padahal kapolri sudah mengeluarkan himbauan otan tanah Keluarga Konay negara tidak boleh kalah melawan preman.

"Aksi penyerobotan tanah Esau Konay menggunakan preman adalah taktik Nikson Lily untuk berlindung di belakang para preman guna melegalkan perbuatannya," ujar Tenny. *

Editor: Sipri Seko
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved