Pembunuhan Anak Kembar Kupang

Dr. Karolus Kopong Medan Pakar Hukum Pidana & Dosen Undana Kupang Soal Pembunuhan Anak Kembar

Kasus pembunuhan yang terjadi di mes karyawan Hotel Ima Kupang memunculkan sejumlah tafsir tentang siapa sesungguhnya yang menghabisi dua anak kembar

Penulis: Ferry Jahang | Editor: Agustinus Sape
http://k2medan.blogspot.com/
Dr. Karolus Kopong Medan 

Analisis Dr. Karolus Kopong Medan Pakar Hukum Pidana & Dosen Undana Kupang tentang Pembunuhan Anak Kembar

POS-KUPANG.COM - Kasus pembunuhan yang terjadi di mes karyawan Hotel Ima Kupang memunculkan sejumlah tafsir tentang siapa sesungguhnya yang begitu tega menghabisi dua anak kembar Angga Masus dan Anggi Masus yang tak berdosa dan nyaris merenggut nyawa ibunya juga?

Berikut analisis Dr. Karolus Kopong Medan Pakar Hukum Pidana & Dosen Undana Kupang.

Ada yang menduga kalau tragedi berdarah itu dilakukan oleh orang lain, tapi yang sudah tidak asing lagi bagi korban.

Bahkan ada yang lebih ekstrem menduga kalau kedua bocah itu dihabisi oleh ibunya sendiri dan kemudian berusaha menghabisi nyawanya sendiri.

Apakah betul demikian adanya? Kebenaran dugaan tersebut sangat tergantung fakta yang ada di tempat kejadian dan berbagai informasi dari orang-orang di sekitar tempat kejadian.

Kebenaran tragedi berdarah ini akan gampang terungkap kalau nyawa sang ibunya tertolong. Sang ibu pasti akan mengungkapkan kebenaran peristiwa tersebut.

Lagian sejak peristiwa berdarah ini terjadi, aparat kepolisian juga tidak tinggal diam.

Saya yakin dengan cara mereka sendiri, aparat kepolisian akan mengungkapnya secara profesional.

Sekalipun dugaan yang terakhir ini juga agak jauh dari prediksi banyak orang, tetapi perspektif kriminologis menyodorkan kemungkinan itu bisa saja terjadi.

Seseorang bisa saja terjebak dalam perilaku kriminal juga dipicu oleh kompleksitas persoalan dalam menghadapi hidup ini.

Dari perspektif sociological criminal maupun psicological criminal, fenomena ini bisa terungkap.

Seseorang dalam menghadapi tekanan psikologi yang luar bisa dan ditambah dengan tekanan kondisi sosial ekonomi yang memprihatinkan dapat saja membuat seseorang bisa kalap dan melakukan perbuatan-perbuatan yang ekstrem seperti membunuh orang atau bahkan membunuh dirinya sendiri.

Semua itu hanya dugaan semata. Kebenaran yang sesungguhnya dari peristiwa berdarah itu, kita tunggu hasil investigasi aparat kepolisian yang menggarapnya.

Atau kita tunggu saja informasi sebenarnya yang keluar dari mulut sang ibunda, adaikata nyawanya dapat tertolong.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved