Belu Terkini 

Irma Andalkan Program JKN Jalani Proses Persalinan

Irma menjelaskan jika selama menggunakan BPJS Kesehatan ia selalu merasa puas tidak ada diskriminasi apa pun dari pihak tertentu.

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
JAMINAN KESEHATAN - Irma Gadis Klau (39), seorang ibu rumah tangga yang sangat tangguh, menjadi salah satu bukti nyata hadirnya negara melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas utama dalam setiap pertumbuhan dan kelahiran.

BPJS Kesehatan hadir sebagai solusi bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan jaminan kesehatan yang menyeluruh, termasuk dalam proses persalinan.

Irma Gadis Klau (39), seorang ibu rumah tangga yang sangat tangguh, menjadi salah satu bukti nyata hadirnya negara melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Program yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini memberikan perlindungan dan harapan baru bagi masyarakat, terutama bagi para ibu yang membutuhkan layanan kesehatan dalam proses persalinan.

“Saya dan keluarga sudah terdaftar BPJS Kesehatan. Ini bukan kehamilan pertama saya tapi ini sudah anak ke delapan jadi memang saya agak merasa ada perubahan di badan, mungkin karena ini sudah kehamilan yang beberapa kali,” ungkapnya, dalam keterangan (23/12/2025). 

Baca juga: BPJS Kesehatan Optimalkan Pelayanan JKN Lewat Kredensial RSUD Atambua

Ditemui di kediamannya, Irma mengungkapkan bahwa ia sangat bersyukur dengan manfaat besar dari Program JKN. Irma bercerita ketika harus menjalani proses persalinan awalnya, ia berharap dapat melahirkan secara normal seperti sebelumnya. Namun, keadaan berkata lain.

“Saya pergi USG itu hari di dokter Mery dan dokter bilang ade bayi sudah lewat empat hari dari perkiraan lahir, dan saya belum rasa ada tanda-tanda mau melahirkan. Dokter Mery juga kasih tau kalau saya ada tekanan darah tinggi, makanya untuk kali ini tidak bisa lahiran normal seperti kelahiran sebelumnya, padahal saya maunya lahiran normal saja,” kata Irma.

Sebelum menjalani proses persalinan, Irma mengaku rutin melakukan pemeriksaan kehamilan di posyandu dan puskesmas tempat terdaftar yaitu Puskesmas Webora. Selama sembilan bulan masa kehamilannya, ia selalu memanfaatkan layanan JKN. Ia mengungkapkan jika melakukan pemeriksaan ia cukup menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di fasilitas Kesehatan.

“Akhirnya dokter kasih rujukan untuk melahirkan sesar di Rumah sakit Mgr. Gabriel Manek Atambua, mau tidak mau ya kami harus ikut karena kasihan ade bayi juga takut kenapa-kenapa,” ujarnya.

Irma dan keluarga terdaftar Program JKN dengan segmen Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Irma menjelaskan jika selama menggunakan BPJS Kesehatan ia selalu merasa puas tidak ada diskriminasi apa pun dari pihak tertentu.

“Saya masuk ruang operasi sekitar jam 09.00 sampai 13.00 WITA, selama itu persalinan saya puji tuhan berjalan dengan lancar dan aman, ade bayi juga sehat, saya juga rasa lega karena tidak ada halangan sama sekali,” ungkapnya.

Irma menjelaskan ketika keluar dari ruang operasi ia langsung dibawa ke ruang nifas untuk menjalani recovery, ia dirawat selama tiga hari disana dan selalu ditangani dengan baik dan ramah semua tenaga medis membantunya untuk segera pulih.

“Saya sangat bersyukur karena saya, suami dan anak-anak bisa dibantu oleh BPJS Kesehatan, bayangkan kalau saya harus bayar ini semua sendiri pasti saya tidak mampu, untuk lahiran normal saja pasti butuh uang apalagi ini harus sesar pasti lebih banyak uang yang harus disiapkan.” Sambungnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved