Belu Terkini
Program JKN Bantu Mutmainnah Lahirkan Buah Hati Kedua Tanpa Khawatir Biaya
Tidak hanya sampai di situ, Mutmainnah juga merasa terkesan karena kepesertaan JKN untuk bayi yang baru lahir dapat diaktifkan dengan cepat.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia
- Kondisi ini dirasakan langsung oleh Mutmainnah (28), seorang ibu rumah tangga sekaligus peserta JKN
- Mutmainnah melahirkan anak keduanya yang berjenis kelamin perempuan melalui tindakan operasi Caesar metode ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) dengan jaminan BPJS Kesehatan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
Hal ini dirasakan langsung oleh Mutmainnah (28), seorang ibu rumah tangga sekaligus peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan yang iurannya ditanggung oleh pemerintah pusat.
Pada bulan September 2025 lalu, Mutmainnah melahirkan anak keduanya yang berjenis kelamin perempuan melalui tindakan operasi Caesar metode ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) dengan jaminan BPJS Kesehatan.
Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena seluruh biaya persalinan dan perawatan ditanggung sepenuhnya tanpa mengeluarkan satu rupiah pun.
“Mulai dari pelayanan di UGD, tindakan operasi, ruang rawat inap, obat-obatan sampai saya dinyatakan pulang ke rumah, semuanya ditanggung BPJS. Tidak ada biaya tambahan yang harus saya bayar. Alhamdulillah, saya sangat terbantu,” ungkap Mutmainnah. Kamis (18/12/2025).
Baca juga: Program JKN Bantu Perawatan Hemodialisa Ibunda, Wulan Rasakan Manfaatnya
Mutmainnah menceritakan proses persalinan berawal ketika ia merasakan kontraksi dan segera dibawa keluarganya ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit. Dalam kondisi mendesak, ia merasa sangat terbantu karena proses administrasi berjalan mudah dan cepat. Tanpa berbelit, petugas rumah sakit hanya meminta KTP dan langsung memproses sebagai peserta JKN.
“Suami saya cukup menunjukkan KTP saya saja ke petugas. Tidak diminta fotokopi, langsung bisa dilayani. Petugasnya ramah dan sigap membantu. Dari UGD sampai masuk ruang operasi semuanya berjalan lancar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa setelah dokter memutuskan tindakan operasi caesar ERACS, ia sempat khawatir tentang biaya yang harus ditanggung. Namun kekhawatiran itu sirna ketika petugas rumah sakit menjelaskan bahwa seluruh tindakan dan kebutuhan medisnya dijamin BPJS Kesehatan sesuai prosedur.
“Terus terang saya awalnya sempat takut membayangkan biaya operasi besar seperti caesar. Tapi setelah dijelaskan bahwa semuanya ditanggung, saya merasa sangat lega. Saya dan suami merasa sangat terbantu,” imbuhnya.
Tidak hanya sampai di situ, Mutmainnah juga merasa terkesan karena kepesertaan JKN untuk bayi yang baru lahir dapat diaktifkan dengan cepat.
Tanpa menunggu lama dan tanpa proses rumit, petugas rumah sakit membantu pendaftaran kepesertaan bayinya sehingga anaknya dapat langsung memperoleh jaminan kesehatan sejak hari pertama.
“Anak kedua saya kartunya langsung aktif tanpa menunggu lama. Petugas rumah sakit yang bantu urus semua. Ini sangat luar biasa, karena bayi baru lahir sangat butuh perlindungan kesehatan,” katanya.
Mutmainnah menyampaikan bahwa pelayanan yang diterimanya selama masa rawat inap juga sangat baik. Seluruh obat, alat kesehatan, kontrol pascaoperasi, hingga edukasi perawatan bayi diberikan dengan baik oleh tenaga kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Mutmainnah-pakai-JKN.jpg)