Jumat, 10 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 25 Agustus 2025, "Celakahlah Kalian"

Ia mengingat pekerjaan iman mereka, usaha kasih mereka, dan ketekunan pengharapan mereka kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah

Editor: Eflin Rote
Foto Pribadi
Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik 

Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD
Hari Senin Pekan Biasa XXI
Senin, 25 Agustus  2025
Bacaan I:  1Tes. 1: 2b-5.8b-10
Injil:  Mat. 23: 13-22

“Celakalah Kalian”

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Salam sejahtera untuk kita semua. Permenungan dari bacaan hari ini, kita dihadapkan pada dua gambaran yang kontras: iman yang hidup dan berbuah dari jemaat di Tesalonika, serta kecaman keras Yesus terhadap kemunafikan para ahli Taurat dan orang Farisi.

Tema "Celakalah kalian" mengajak kita untuk merenungkan tentang integritas, kebenaran, dan bagaimana kita menghidupi iman kita di hadapan Allah dan sesama.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Dari bacaan pertama dalam 1 Tesalonika 1:2b-5, 8b-10, Paulus mengungkapkan rasa syukurnya atas iman, kasih, dan pengharapan jemaat di Tesalonika. Ia mengingat pekerjaan iman mereka, usaha kasih mereka, dan ketekunan pengharapan mereka kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.

Paulus juga mengingatkan mereka bahwa Injil yang diberitakan kepada mereka bukan hanya kata-kata, tetapi juga kuasa Roh Kudus dan keyakinan yang kokoh.

Iman mereka telah tersebar di mana-mana, dan mereka telah berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan benar, dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari surga.

Kisah ini menunjukkan bagaimana iman yang sejati menghasilkan perubahan yang nyata dalam hidup dan menjadi kesaksian bagi orang lain. 

Dalam Injil Matius 23:13-22, Yesus mengucapkan serangkaian "celaka" terhadap ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, karena kemunafikan mereka. Ia mengecam mereka karena menutup pintu Kerajaan Surga bagi orang lain, karena mereka sendiri tidak masuk dan menghalangi orang lain untuk masuk.

Yesus juga mengecam mereka karena mereka menelan rumah janda-janda sambil mengucap doa yang panjang-panjang, karena mereka menjelajahi lautan dan daratan untuk menghasilkan satu orang Yahudi proselit, dan setelah ia menjadi demikian, mereka menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada mereka sendiri.

Yesus juga mengecam mereka karena mereka bersumpah demi Bait Suci atau mezbah, tetapi tidak menghormati Allah yang mendiami Bait Suci atau persembahan yang ada di atas mezbah. Refleksi atas permenungan ini adalah tentang

Iman yang Hidup: Apakah iman kita hanya sekadar kata-kata, ataukah itu menghasilkan perubahan yang nyata dalam hidup kita?

Apakah kita melayani Allah dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan kita? Integritas: Apakah kita jujur dan tulus dalam setiap aspek kehidupan kita, ataukah kita sering kali berkompromi dengan kebenaran demi keuntungan pribadi atau popularitas?

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved