Renungan Harian Katolik
Renungan Hariak Katolik Selasa 19 Agustus 2025, "Bagi Allah Segala Sesuatu Mungkin"
Surga akan menjadi milik siapa saja, dimasuki oleh siapa saja yang Allah kehendaki, bukan dengan membeli tetapi dengan memberi.
Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar SVD
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor – NTT
Selasa, 19 Agustus 2025
Yohanes Eudes
Hak. 6:11-24a; Mzm. 85:9,11-12,13-14; Mat. 19:23-30
Warna Liturgi Hijau
Bagi Allah Segala Sesuatu Mungkin
Orang yang berharta bisa memiliki apa saja, bisa membeli apa saja, bisa pergi ke mana saja, bisa menikmati fasilitas apa saja, tetapi ia tidak bisa membeli surga.
Surga akan menjadi milik siapa saja, dimasuki oleh siapa saja yang Allah kehendaki, bukan dengan membeli tetapi dengan memberi.
Seperti dikisahkan dalam Injil hari ini (Mat 19:23-26), yang masih merupakan kelanjutan dari Injil kemarin (Mat 19:16-22), seorang muda yang kaya akan harta, pergi meninggalkan Yesus dengan sedih sebab hartanya banyak.
Hartanya yang banyak tidak bisa untuk membeli surga, bukan saja karena tidak cukup untuk membelinya, tetapi juga karena ia harus memberikan hasil segala harta milik yang ada padanya dan dijual kepada orang-orang miskin, dan itu yang dia tidak mau.
Terlalu berat permintaan Yesus. Hal itu tidak mungkin bagi si muda yang kaya harta itu. Upayanya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga terhalang oleh hartanya yang banyak.
Menanggapi reaksi si muda yang kaya harta, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, Aku berkata kepadamu: Sungguh, sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga (Mat 19:23-34).
Mendengar kata-kata Yesus yang penting tersebut, sehingga Dia merasa perlu menegaskan sekali lagi, seketika itu juga gemparlah para murid.
Benar, suasana di antara para murid langsung gempar. Mereka terkejut. Mereka kaget. Mengapa? Apakah para murid juga termasuk orang kaya, sehingga mereka langsung mengajukan pertanyaan kepada Sang Guru, Jika demikian siapakah yang dapat diselamatkan? (ay. 25).
Apakah ini adalah sebuah pertanyaan yang menyiratkan kekhawatiran mereka? Para murid merasa bahwa keselamatan mereka terancam karena harta yang ada pada mereka? Yesus menenangkan kegemparan di antara mereka dengan berkata, bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin (ay. 26).
Si anak muda kala itu sedang tidak baik-baik saja. Ia sedang terikat dan terlekat kuat oleh hartanya yang banyak, sehingga bagi dia jelas tidak mungkin menjual segala harta miliknya dan memberikan hasilnya untuk orang-orang miskin.
Dalam kelekatan dan kelepasan, jelas bahwa apa yang tidak mungkin tetap tidak mungkin. Apa yang tidak mungkin bisa berubah menjadi mungkin hanya jika ia mau bekerja sama dengan Allah dan hidup dalam rahmat-Nya.
Sebab, untuk memperoleh hidup yang kekal, untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga diperlukan semangat lepas bebas secara total dan yang dapat membebaskannya hanyalah Allah. Karena itu, “Ia tidak dapat mencapai tujuan akhirnya (masuk ke dalam Kerajaan Surga, red) tanpa bantuan rahmat” (Katekismus Gereja Katolik,
No. 308).
| Renungan Harian Katolik Minggu 12 April 2026, 'Kerahiman Ilahi yang Mengubah Kehidupan' |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 12 April 2026, "Tuhan Datang Undang Dia Masuk Dalam KerahimanNYA" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu Kerahiman Ilahi 12 April 2026: Damai Bagi Kamu |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 12 April 2026, “Melihat dan Percaya” |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 11 April 2026, "Yesus Mencela Ketidakpercayaan Para Murid" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Mengakui-dan-Percaya-Kepada-Yesus.jpg)