Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Selasa 19 Agustus 2025, Mengisi Kemerdekaan dengan Keteladanan

Mereka adalah warga kerajaan Surga, Allah adalah Bapa, dan mereka adalah anak, maka mereka berstatus orang bebas.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO-TANGKAPAN LAYAR
RENUNGAN KRISTEN - Cover Renungan Harian Kristen edisi Agustus 2025. Renungan Harian Kristen Selasa 19 Agustus 2025, Mengisi Kemerdekaan dengan Keteladanan. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Renungan Harian Kristen Selasa 19 Agustus 2025, dengan judul Mengisi Kemerdekaan dengan Keteladanan.

“Apakah gurumu tidak membayar pajak sebesar dua dirham itu?”

Jawabnya, “Tentu membayar.”

Renungan Harian Kristen ini merujuk pada Kitab Matius 17:24-27.

Artikel ini dilansir dari buku Renungan Harian Suluh Injil, ditulis oleh anggota Komunitas Suluh Injil.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Senin 18 Agustus 2025, Mengisi Kemerdekaan dengan Hidup Suci

Renungan berdasarkan Alkitab dan ajaran iman Kristen, yang bersumber dari Alkitab - LAI Terjemahan Baru Edisi 2 (TB2).

POS-KUPANG.COM telah mendapat izin dari Pdt. Yudith A. Nunuhitu Follabessy, M.Si, anggota Tim Penyusun Renungan Harian Suluh Injil edisi Agustus 2025.

Renungan Harian Bulan Agustus 2025 ini mengusung tema Bulan Kebangsaan, Memproklamasikan Kabar Baik di Bumi Pancasila dalam Akta dan Aksi.

Simak selengkapnya Renungan Harian Kristen:

MERAYAKAN ULANG TAHUN KEMERDEKAAN seakan merayakan lahir baru bagi Indonesia. Tujuh belas Agustus dirayakan dengan upacara pengibaran bendera Merah Putih, disusul berbagai parade, dan perlombaan.

Dalam anugerah Allah, Indonesia memiliki dua tokoh hebat yang berani memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, tujuh belas agustus kita rayakan dan syukuri sebagai hari lahirnya bangsa ini.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Minggu 17 Agustus 2025, Berjuang & Mengisi Kemerdekaan

Pertama, orang-orang Kristen di Amerika mengatakan, “kami adalah anak- anak Allah, kami bukan anak Paman Sam.” Kalimat ini mengandung makna identitas.

Identitas kita sebagai orang Kristen melekat dengan Yesus Kristus, kita terhubung dengan-Nya karena iman dan penebusan.

Berdasarkan identitas Kristiani kita maka hidup kita di tengah bangsa kita pun mesti mencerminkan kesepadanan dengan Injil Yesus Kristus.

Identitas ini tidak dimaksudkan untuk memisahkan diri dari kehidupan sosial dan bangsa. Identitas Kristiani menjadi dasar dan daya membangun kehidupan sosial dan membangun bangsa.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved