Minggu, 19 April 2026

Artikel Kesehatan

Kenali Penyakit Scabies dan Hentikan Penularannya

Scabies (kudis) adalah infeksi kulit menular yang disebabkan oleh tungau mikroskopis Sarcoptes scabiei var. hominis yang menggali terowongan

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
dr.Jovianto Reynold Andika Hidayat, S.Ked 

Kenali Penyakit Scabies dan Hentikan Penularannya
dr.Jovianto Reynold Andika Hidayat, S.Ked

Scabies (kudis) adalah infeksi kulit menular yang disebabkan oleh tungau mikroskopis Sarcoptes scabiei var. hominis yang menggali terowongan di bawah kulit.1

Fakta Penting:

  • Menyebar cepat melalui kontak kulit-ke-kulit >15 menit (misal: berpelukan, tidur sekamar).2
  • Dapat menyerang semua usia, terutama di lingkungan padat (pesantren, asrama, panti jompo).3
  • 300 juta kasus global per tahun, meningkat pasca-pandemi akibat penurunan akses kesehatan.4

Tanda & Gejala Khas

  1. Gatal Hebat di Malam Hari:

     - Gatal meningkat saat suhu hangat (mandi air panas/tidur).5

     - Reaksi alergi terhadap telur dan kotoran tungau.1

 2. Ruam Berbentuk Terowongan (Burrows):

     Garis halus berkelok (panjang 5–15 mm) di sela jari, pergelangan tangan, siku, atau ketiak.6

3. Bintil Merah/Berair:

    - Benjolan kecil seperti jerawat di lipatan kulit (selangkangan, ketiak, bawah payudara).7

    - Dapat bernanah jika terinfeksi bakteri.3

4. Lesi Krusta (Scabies Norwegia):

   Kulit menebal bersisik keabu-abuan pada kasus berat (umumnya pada lansia/immunocompromised).8

Cara Penularan yang Perlu Diwaspadai

Langsung:

  • Kontak fisik berkepanjangan (gandengan tangan, hubungan seksual).9
  •  Ibu ke bayi saat menyusui.6

Tidak Langsung:

  • Berbagi pakaian, handuk, sprei, atau bantal yang terkontaminasi <72>
  • Kursi/kendaraan umum yang dipakai penderita.10

Komplikasi Berbahaya jika Diabaikan

Infeksi Bakteri Sekunder:

  • Selulitis atau impetigo akibat garukan (ditemukan pada 40 persen kasus terlambat ditangani).5
    Gagal Ginjal Pasca-Streptokokus:
  • Komplikasi dari infeksi bakteri Streptococcus pasca-scabies.7               
    Depresi dan Gangguan Tidur:
  • Gatal kronis memicu kecemasan dan insomnia.8

Penanganan Medis Terkini (2020–2025)

1.      Obat Topikal:

  • Permethrin 5 persen: Krim dioles ke seluruh tubuh (dari leher ke kaki), bilas setelah 8–14 jam.3
  • Benzyl Benzoate 25 persen: Alternatif untuk pasien resisten permethrin.6

2.      Obat Oral:

  • Ivermectin: Dosis tunggal 200 mcg/kg, diulang setelah 7 hari.4
  • Antibiotik: Jika ada infeksi bakteri (cth: cephalexin).7

3.      Perawatan Lingkungan:

  • Cuci pakaian/sprei dengan air >60°C + dikeringkan panas.2
  • Barang tidak bisa dicuci dimasukkan plastik tertutup 7 hari.9

Cara Efektif Menghentikan Penularan

✅ Isolasi:
Penderita hindari kontak fisik hingga 24 jam pasca-perawatan.10        

✅ Treat All:
Seluruh anggota rumah/kelompok kontak diobati bersamaan.1            

✅ Disinfeksi:
Semprot kasur & furnitur dengan cairan benzyl benzoate.6    

✅ Edukasi Komunitas:
Kampanye cuci handuk/sprei rutin di pesantren & sekolah.4

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi jika:

  • Gatal tidak membaik setelah 2x pengobatan.                  
  •  Kulit bengkak, demam, atau bernanah.    
  • Ada riwayat scabies dalam lingkungan tinggal.8

DAFTAR PUSTAKA

1.      WHO. (2023). Scabies as a Neglected Tropical Disease: Global Burden Report. Geneva: WHO Press.

2.      Engelman, D. et al. (2020). Mass Drug Administration for Scabies Control. New England Journal of Medicine, 382(10), 875-882.

3.      American Academy of Dermatology (AAD). (2025). Guidelines for Parasitic Skin Infections. Illinois: AAD Publishing.

4.      Romani, L. et al. (2024). Epidemiology of Scabies Post-Pandemic. Lancet Infectious Diseases, 24(2), e112-e125.

5.      Chandler, D. J. & Fuller, L. C. (2022). Skin Complications of Scabies: A Systematic Review. British Journal of Dermatology, 186(3), 467-476.

6.      Global Dermatology Network. (2023). Consensus on Scabies Diagnosis and Management. Journal of Global Dermatology, 9(1), 15-23.

7.      Thomas, J. et al. (2021). Secondary Infections in Scabies: Pathogenesis and Management. Clinical Microbiology Reviews, 34(4), e00181-20.

8.      Mounsey, K. E. et al. (2020). Crusted Scabies: Clinical Features and New Diagnostics. PLOS Neglected Tropical Diseases, 14(3), e0008117.

9.      Salavastru, C. M. et al. (2024). European Guideline for Scabies Control. Journal of the European Academy of Dermatology, 38(S1), 12-19.

10.  Indonesia Ministry of Health. (2025). Pedoman Pengendalian Skabies di Fasilitas Kolektif. Jakarta: Dirjen P2P.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved