Sumba Timur Terkini
Kasus TBC di Sumba Timur Turun, 311 Kasus per 8 Agustus 2025
Jumlah Kasus TBC di Sumba Timur Turun, data terakhir menyebutkan tinggal 311 Kasus per 8 Agustus 2025
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Jumlah Kasus TBC ( tuberkulosis ) di Kabupaten Sumba Timur hingga 8 Agustus 2025 sebanyak 311 kasus. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 375 kasus.
Meski demikian angka tersebut berpotensi bertambah mengingat masih tersisa empat bulan lagi di tahun 2025.
hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, Rambu M.R.K.U. Djima, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P), Novri Kilimandu.
Ia mengatakan, Kasus TBC di Sumba Timur menunjukkan tren fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Kasus TBC di Belu Masih Tinggi, Dinkes Dorong Percepatan Eliminasi Lewat Desa Siaga
Pada 2022 tercatat 390 kasus kemudia meningkat menjadi 459 kasus pada 2023, dan menurun menjadi 375 kasus pada 2024.
Sementara itu, jumlah kasus Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) pada 2024 sebanyak 92 kasus, sedangkan pada 2025 hingga 8 Agustus mencapai 54 kasus.
Novri Kilimandu mengatakan, penyakit tuberkulosis menginfeksi semua umur. Baik bayi, anak-anak, hingga dewasa.
“Tetapi yang lebih rentan terinfeksi tuberkulosis adalah anak-anak. Dikarenakan kekebalan tubuh belum terbentuk sempurna. Juga pada lansia,” katanya kepada Pos Kupang, Jumat (8/8/2025).
Untuk penanganan kasus tuberkulosis di Kabupaten Sumba Timur, jelas Kabid P2P ini, dilakukan sesuai petunjuk teknis yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan.
“Melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penyakit tuberkulosis, apa itu tuberkulosis, cara penularan, pengobatan penanganan serta mengenai infeksi laten tuberkulosis,” ujar Novri.
Baca juga: Vaksin TBC Bill Gates Segera Diluncurkan, Sudah Masuk Tahap Uji Coba Terakhir
Selain itu, bidang P2P juga melakukan kegiatan investigasi kontak pasien TBC. Atau pemeriksaan terhadap semua yang memiliki kontak erat dan kontak serumah dengan pasien TBC. Baik TBC aktif maupun infeksi TBC laten (ILTB).
Mereka juga melakukan skrining TBC secara massal untuk menemukan kasus secara dini.
“Memutus mata rantai penularan dengan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada kontak serumah atau kontak erat pasien TBC sehingga tidak berkembang menjadi TBC aktif,” tambahnya.
Kendala penanganan
Novri menjelaskan sejumlah tantangan dalam menangani kasus tuberkulosis di Sumba Timur.
Ia mengatakan, masih ada pasien yang mangkir dari pengobatan atau putus berobat yang berakibat menjadi sumber infeksi di masyarakat.
Kemudian, pelaksanaan skrining (pemeriksaan) itu di masyarakat belum dilakukan secara optimal.
“Belum optimalnya keterlibatan lintas sektoral untuk penanganan TBC,” katanya.
Sementara itu, untuk ketersediaan logistik mengenai penanganan TBC baik berupa obat atau bahan pendukung lainnya sudah tersedia dengan baik.
Seperti obat kategori I, obat kategori anak, obat TBC lepasan maupun obat terapi pencegahan.
“Bahan pendukung lainnya seperti pot dahak, masker, alat untuk diagnosis, reagen untuk pemeriksaan tersedia dengan baik,” sebutnya.
Untuk membantu penanganan TBC, saat ini dinas kesehatan juga sudah menempatkan kader di sejumlah kecamatan.
“Beberapa kecamatan ada kader TBC yang membantu puskesmas dalam penanganan TBC. Serta di tahun 2023 dan 2024 ada komunitas yang membantu penanganan TBC yaitu CD Bethesda khususnya di Kecamatan Rindi dan Kecamatan Lewa Tidahu,” ungkapnya. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
Sumba Timur Terkini
Kasus TBC
Kasus TBC di Sumba Timur
Jumlah Kasus TBC di Sumba Timur per 8 Agustus 2025
Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur
POS-KUPANG.COM
berita terkini Pos Kupang
| Wacana PPPK Dirumahkan Bikin Guru di Sumba Timur Kepikiran |
|
|---|
| Turnamen Voli Antarumat se-NTT Digelar Paroki Sang Penebus Waingapu, Salah Satu yang Termegah |
|
|---|
| Turnamen Voli Meriahkan HUT ke-75 Paroki Sang Penebus Waingapu Resmi Dimulai |
|
|---|
| Kadis PPO Sumba Timur: Guru PPPK Tidak Akan Dirumahkan |
|
|---|
| Guru PPPK Paruh Waktu di Sumba Timur Cemas Jika SK Tidak Diperpanjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-Sumba-Timur-Rambu-MRKU-Djima-SOAL-tbc-DI-sUMBA-TIMUR.jpg)