Prada Lucky Tewas Dianiaya Senior

Ratusan Pelayat Hadiri Pemakaman Prada Lucky, Keluarga Minta Kasus Diusut Tuntas

Prosesi ibadah dipimpin oleh Pendeta Lenni dari Jemaat GMIT Batu Karang Kuanino Kupang. 

Penulis: Ray Rebon | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
USUNG PETI- Anggota TNI berseragam lengkap mengusung peti jenazah almarhum Prada Lucky ke ambulance usai ibadah pelepasan pada Sabtu (9/8/2025) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ratusan pelayat menghadiri prosesi pemakaman Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/ Wakanga Mere Nagekeo, Provinsi NTT, pada Sabtu 9 Agustus 2025.

Ibadah pelepasan berlangsung di rumah duka di Rumah Dinas Asrama Tentara (Asten), Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, mulai pukul 12.00 WITA hingga 13.45 WITA. 

Prosesi ibadah dipimpin oleh Pendeta Lenni dari Jemaat GMIT Batu Karang Kuanino Kupang. 

Suasana haru menyelimuti upacara. Di hadapan ratusan pelayat, Otniel selaku perwakilan keluarga menyampaikan permintaan tegas agar pimpinan TNI mengusut tuntas kematian Lucky, yang diduga akibat penganiayaan oleh seniornya.

"Kepada pemimpin tertinggi TNI, usut semua yang ada sampai tuntas. Mereka adalah preman yang berseragam. Preman itu tidak boleh dibiarkan. Mereka ibarat duri dalam daging," ujarnya.

Baca juga: Ibunda Prada Lucky Tak Kuasa Menahan Kesedihan di Ujung Perpisahan

Otniel menegaskan, keluarga akan menerima jika Lucky gugur di medan tugas, namun kenyataan yang dihadapi berbeda. 

"Anak kami meninggal dalam pembantaian," katanya dengan suara bergetar.

Ia berharap, proses hukum terhadap para pelaku dapat dilakukan secara transparan hingga keluarga mendapatkan rasa keadilan.(rey)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved