Lewotobi Erupsi
600 Warga Nekat Bertahan di Zona Rawan Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Sedikitnya 600 warga masih menetap dan beraktivitas di kawasan rawan bencana (KRB) erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Sedikitnya 600 warga masih menetap dan beraktivitas di kawasan rawan bencana (KRB) erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Mereka umumnya warga di Dusun Kampung Baru dan Dusun Podor, Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT.
Pantauan Pos Kupang, Senin (4/8) siang, sejumlah pengusaha di Pasar Boru lama, Dusun Kampung Baru, masih membuka kios, toko foto copy, warung makan dan lapak jualan BBM eceran di sejumlah tempat.
Padahal, disetiap sudut wilayah itu lingkungannya belum nayaman karena di ruas jalan masih penuh dengan abu vulkanik Gunung Lewotobi .
Untuk diketahui, setiap hari Senin menjadi hari pasat di wilayah itu. Sekalipun lokasi pasar berpindah ke Dusun Kelobong, Desa Boru, setelah bencana dahsyat Lewotobi Laki-laki 3 November silam.
"Kami tidak mengungsi, kami disini untuk bisa jualan demi kelangsungan hidup," ujar seorang pedagang, meminta namanya dirahasiakan.
Menurutnya, usaha kios sembako sudah dirintisnya sejak 12 tahun silam. Usaha ini berjalan dari nol, dengan modal awal pinjaman ke bank. Saat usahanya kian sukses, datang bencana letusan Gunung Lewotobi Laki-laki.
Baca juga: LIPSUS: Obat AIDS Sering Kosong di NTT, Ridho Herewila Layani ODHIV dengan Kasih
Kondisi itu membuat ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang aman. Hal ini mengakibatkan omzetnya merosot dan dia merugi.
Namun dia dan keluarganya tak mengungsi ke posko terpusat ataupun mandiri. Mereka tetap bertahan.
Namun, saat terjadi letusan dahsyat Gunung Lewotobi, dia dan keluarga menyelamatkan diri ke arah barat, tepatnya di perbatasan Flores Timur-Sikka. Setelah itu, mereka kembali ke lokasi semula.
"Kami kembali lagi ke sini kalau keadaan sudah mulai kondusif. Kami punya tempat usaha dan rumah juga ada di sini, jadi kami memilih untuk tetap bertahan," katanya.
Pelayanan di Puskesmas Boru juga berjalan normal di tengah status Level IV (Awas) Lewotobi Laki-laki. Pusat kesehatan masyarakat yang melayani warga dari 11 desa itu juga berada dalam peta KRB namun mereka tetap memberikan pelayanan kesehatan bagi warga.
Lalu lintas kendaraan yang datang dari segala penjuru terpantau ramai. Ruas jalan dan lingkungan Desa Boru, dipenuhi abu vulkanik setebal 3 - 4 centimeter.
Sejumlah anggota Polres Flores Timur dan Polsek Wulanggitang membagikan masker bagi warga saat ke Pasar Boru. Seluruh pasar penuh dengan abu.
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur NTT Berubah Bentuk Usai Erupsi
Lewotobi Erupsi
POS-KUPANG.COM
Pasar Boru
Gunung Lewotobi
Polsek Wulanggitang
Avelina Manggota Hallan
Desa Hokeng Jaya
Desa Klatanlo
Desa Nobo
Desa Nawokote
Desa Dulipali
Dusun Podor
Dusun Kampung Baru
| BREAKING NEWS - Gempa Vulkanik Meningkat, Gunung Lewotobi Laki-laki Naik Level Siaga |
|
|---|
| Sempat Ditutup Akibat Erupsi Gunung Lewotobi, Bandara Frans Seda Maumere Kembali Dibuka |
|
|---|
| Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus dengan Kolom Abu 1.600 Meter |
|
|---|
| Waspada, Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi dengan Ketinggian Kolom Abu 1.000 Meter |
|
|---|
| Gunung Lewotobi Dilanda Hujan Deras, Waspadai Banjir Lahar Dingin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Aktivitas-warga-Desa-Boru-Kecamatan-Wulanggitang-Flores-Timur-masih-normal.jpg)