Rabu, 29 April 2026

Lewotobi Erupsi

Gunung Lewotobi Dilanda Hujan Deras, Waspadai Banjir Lahar Dingin

Di antaranya, Kabupaten Alor, Belu, Malaka, Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Rote Ndao, Flores Timur, dan Timor Tengah Selatan (TTS).

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
HUJAN DERAS -Kawasan puncak gunung Lewotobi Laki-laki dan sekitarnya dilanda hujan deras, Rabu (18/3/2026) (Kompas.com/Dok. PGA Lewotobi Laki-laki) 
Ringkasan Berita:
  • Hujan deras melanda kawasan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur
  • Kepala Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef mengatakan, hujan intensitas tinggi terjadi sejak pukul 07.30 Wita
  • Masyarakat sekitar maupun wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius empat kilometer dari pusat gunung. 

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kawasan Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda hujan deras, Rabu (18/3/2026).

Kepala Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef mengatakan, hujan intensitas tinggi terjadi sejak pukul 07.30 Wita. 

Herman mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, jauhi kali-kali yang berhulu dari puncak gunung. “Terutama jalan trans Hokeng ke Nobo, dari Nobo ke Nurabele, dan dari Nawokote ke Hewa dan Tabana,” ujar Herman.

Ia menegaskan, saat ini tingkat aktivitas gunung tersebut berada pada level II waspada.

Masyarakat sekitar maupun wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius empat kilometer dari pusat gunung. 

Baca juga: Banjir Lahar Dingin Gunung Lewotobi, Batu Besar Tutup Badan Jalan di Wulanggitang

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Eltari Kupang, Sti Nenotek menyampaikan, sejak Selasa (17/3/2026) hingga Kamis (19/3/2026), sejumlah wilayah kabupaten di NTT berpotensi akan mengalami hujan deras hingga sangat deras.

Di antaranya, Kabupaten Alor, Belu, Malaka, Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Rote Ndao, Flores Timur, dan Timor Tengah Selatan (TTS).

Menurut Sti, dinamika atmosfer skala regional, yaitu menguatnya monsun Asia, madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer low turut memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di wilayah NTT.

Ia mengungkapkan, terpantau adanya sirkulasi siklonik di Australia bagian utara yang menyebabkan adanya daerah belokan, perlambatan dan pertemuan angin di wilayah NTT.

“Kondisi ini yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat,” kata dia. (Kompas.com)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved