Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 3 Agustus 2025, "Rakus dan Tamak Harta Fana Membuat Hidup Tersesat"
Membaca Kitab Suci juga penting, sebab Sabda Tuhan itu pedoman kebaikan yang mesti kita buat untuk memperoleh harta Surgawi
Renungan Harian Katolik
Minggu, 3 Agustus 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
RAKUS DAN TAMAK HARTA FANA MEMBUAT HIDUP TERSESAT DAN KEHILANGAN KESELAMATAN
(Pkh 1:2; 2:21-23; Kol 3:1-5.9-11; Luk 12:13-21).
"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan!" (Luk 12:15a). Ketersesatan dalam dunia pasti ada. Maka hidup mesti punya arah yang tepat dan juga punya tujuan yang pasti. Dengan demikian fokus hidup terarah pada tujuan yang mau kita gapai.
Dan untuk mendapat arahan pada tujuan hidup yang benar, kita butuh bantuan orang-orang bijak, contoh-contoh hidup para kudus yang semasa hidupnya mendasarkan hidup pada bimbingan Roh Kudus, sebab Roh Kudus selalu mengajarkan tentang jalan kebenaran, kehidupan dan keadilan yang harus kita pegang dan ikuti.
Membaca Kitab Suci juga penting, sebab Sabda Tuhan itu pedoman kebaikan yang mesti kita buat untuk memperoleh harta Surgawi yakni keselamatan.
Yesus menegaskan kepada para murid dan kita untuk waspada dan berjaga diri dari ketersesatan melalui ketamakan dan keserakahan terhadap harta dan kekayaan duniawi. "Walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah bergantung dari kekayaannya itu."(Luk 12:15b).
Yesus mencap orang yang hidup dengan orientasi hanya pada harta fana sebagai orang bodoh. Pengkotbah menyebutnya hidup sia-sia dan tak berguna. Tantangan Pengkotbah ini mengajak kita untuk lebih jeli dan cermat dalam penataan hidup yang lebih selaras dengan kehendak Allah.
Pengkotbah memberi pertanyaan refleksi yang penting untuk kita renungkan, "Apakah faedah yang diperoleh manusia dari segala usaha yang dilakukannya dengan jerih payah di bawah matahari dan dari keinginan hatinya?" Hidup adalah perjuangan untuk pemenuhan kebutuhan dasar hidup manusia yakni jasmani dan rohani.
Dua kebutuhan dasar inilah yang paling penting untuk dipenuhi. Orientasi hidup jadi berimbang dan tidak miring bahkan jatuh ke dalam jurang ketersesatan materialistisme yang sedang menjebak manusia dalam era kini.
Banyak orang menumpuk kekayaan baik uang maupun barang yang menjadi sia-sia. Fokus pada harta duniawi , hidup terasa asing dengan Tuhan dan kehilangan rasa damai dengan diri sendiri. Maka kedekatan dengan Tuhan sebagai sumber hidup dan rezeki melalui doa, ibadah dan Ekaristi menjadi penting.
Sebab tidak hanya raga yang mesti dominan dalam pemenuhan kebutuhannya tetapi juga kebutuhan rohani. Dengan demikisn manusia tetap rendah hati untuk menolong dengan ikhlas, ia memperoleh pencerahan dari Roh Kudus untuk memanfaatkan harta duniawinya untuk mendapat harta benda dalam Surga.
Jika tidak terpenuhilah kecemasan Pengkotbah, "Seluruh hidupnya penuh kesedihan dan pekerjaannya penuh kesusahan bahkan pada malam hari hatinya tidak tentram." (Pkh 2:23a). Hidup tersesat dan menjadi sia-sia. Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hayat.
Kiranya kemurahan Tuhan melimpah atas kami! Teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami teguhkanlah." (Mzm 90:14-17). Santo Paulus mengajak kita mengarahkan hidup sepenuhnya pada Kristus yang sanggup mendekatkan kita dengan Allah Bapa-Nya melalui kemiskinan-Nya hingga mati di salib. Sebab segala yang ada akhirnya akan kehilangan maknanya ketika terlepas dari Allah.
Ketersesatan makin menjadi, banyak manusia terjerumus di dalamnya, sebab yang ditampilkan dalam kemewahan harta fana banyak kepalsuannya, saling dusta untuk mengumpulkan dan menggapainya pun, tak terhindarkan.
Paulus menyamakan kerakusan dan ketamakan dengan menyembah berhala artinya fokus pada harta duniawi dan risikonya kehilangan keselamatan jiwa. Maka marilah mengandalkan Kristus sebagai harta kita, sehingga Ia boleh berdaya membarui, membentuk dan menjadikan kita manusia baru dalam Diri-Nya
Selamat Hari Minggu. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Minggu/Pekan Biasa XVIII/C/I, 030825)
Renungan Harian Katolik Minggu 31 Agustus 2025: Lupa diri dan Hormat yang Sejati |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Baik dan Setia" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Setia dengan Perkara Kecil" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Optimis Dalam Hidup: Sukses Ada di Tanganmu" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Jumat 29 Agustus 2025, "Kenapa Dendam Tetap Tersimpan di Hati?" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.