Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Senin 28 Juli 2025, "Hal-hal Besar yang Terjadi Datang Dari Hal Kecil "
Tanpa biji sesawi tidak mungkin ada pohon sesawi yang bertumbuh besar dan menjadi tempat diam burung-burung yang bersarang
Renungan Harian Katolik
Senin, 28 Juli 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
HAL-HAL BESAR YANG TERJADI DALAM HIDUP DATANG DARI HAL YANG KECIL DAN SEDERHANA
(Kel 32:15-24.30-34; Mzm 106:19-20.21-22.23; Mat 13:31-35)
"Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya, atau seperti ragi yang diambil seorang wanita dan diadukan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai seluruhnya beragi." (Mat 13:31.33).
Yesus gunakan biji sesawi dan ragi untuk menggambarkan Kerajaan Surga. Biji sesawi dan ragi menggambarkan hal-hal kecil dan sederhana yang sering luput dari perhatian kita.
Tanpa biji sesawi tidak mungkin ada pohon sesawi yang bertumbuh besar dan menjadi tempat diam burung-burung yang bersarang pada ranting-rantingnya dengan penuh kenyamanan dan sukacita. Demikian juga ragi yang membuat tepung menjadi roti yang menyenangkan bagi banyak orang.
Aturan, perintah-perintah sering dianggap remeh, tak dipedulikan bahkan dilanggar tanpa rasa bersalah untuk pertobatan. Aturan dan perintah Tuhan adalah media agar kita sampai pada hal yang terpenting dalam iman yakni taat dan setia pada kehendak Allah.
Ketika kita sudah secara total taat dan setia pada Allah, berkat besar Allah akan turun atas diri dan hidup iman bertumbuh makin besar dan menjadi sumber berkat bagi sesama yang lain. Kita besar dalam iman, harap dan kasih serta kebaikan yang didukung dalam tiga aksi penting: doa, amal kasih dan kurban.
Buah dari hal kecil yang kita lakukan ini, lahir sukacita, kebahagiaan dan kegembiraan yang besar dalam diri dan sesama yang kita layani. Inilah Kerajaan Allah yang tidak bertakhta dalam dunia, melainkan takhtanya ada di dalam hati kita.
Bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah juga mengalami kesesatan berhala yang membuat Tuhan murka. Allah memanggil Musa dan Yosua naik ke gunung Sinai. Mereka turun dari gunung Sinai dan Musa membawa dua loh batu yang ditulis Allah sendiri.
Allah sendiri menulis hukum-hukum dan perintah-perintah-Nya sendiri kepada umat-Nya. Bangsa ini telah berhala dengan menyembah anak lembuh. Musa marah dan kecewa. Ia mau tanggung dosa bangsa ini dengan memohon Tuhan menghapus namanya dari kitab yang telah ditulis oleh Allah sendiri.
Tuhan bersabda kepadanya, "Barang siapa berdosa terhadap-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam Kitab-Ku." (Kel 32:33).
Risiko menganggap remeh perintah Tuhan, nasib kebinasaan dan nama terhapus dari kitab kehidupan itu menjadi balasannya.
Melanggar hukum Tuhan dengan bersenang-senang melakukan dosa namun akibat fatal atas keselamatan menanti.
Bersyukur bahwa untuk meredam murka Allah yang menyala-nyala ada orang hebat dalam iman yang Allah pilih untuk membatalkan amarah besar itu melalui pertobatan. Karena dosa ketidaktaatan yang menghilangkan rahmat kasih sayang Allah bagi kita, maka Pemazmur berkidung dalam pujiannya, "Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal besar di tanah Mesir; yang melakukan karya-karya ajaib di tanah Ham, dan perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi Laut Teberau." (Mzm 106:21-22).
Pengalaman nasib naas bangsa Israel dan pengajaran Kerajaan Allah melalui hal-hal kecil dan sederhana, mengajak kita untuk bertobat, setia dan taat pada hal-hal kecil yang dilakukan dengan cinta yang besar yang menghasilkan hal yang luar biasa dalam hidup yakni rahmat ketenteraman lahir-batin dalam hidup. Yesus pun menghendaki kerajaan-Nya ada di hati dan di tengah-tengah kebersamaan kita.
Ada sukacita dan kebahagiaan bersama. Saling membuka diri untuk menerima dan membagi kerajaan sukacita. Tawaran Allah akan Kerajaan-Nya hanya berkenan kepada orang-orang yang siap menerima dengan iman dan siap pula menaati perintah-perintah Tuhan dalam hidupnya.
Hal-hal kecil yang kita lakukan dengan kasih yang penuh, membantu menumbuhkan kerajaan sukacita dalam diri dan sesama.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Senin/Pekan Biasa XVII/C/I, 28072)
Renungan Harian Katolik Jumat 29 Agustus 2025, "Kenapa Dendam Tetap Tersimpan di Hati?" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Jumat 29 Agustus 2025, "Penguasa: Privilese, Reputasi Lebih Penting" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Jumat 29 Agustus 2025, "Kepala Yohanes Pembaptis" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, “Berjaga-jagalah” |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, "Siaga untuk Selalu Berbuat Baik" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.