Siswa Keracunan Makanan Gratis

Gerindra Bergeming Terlibat Kelola Dapur MBG di Kota Kupang NTT

Sebagai informasi, dua hari terakhir ratusan siswa di sejumlah sekolah mengalami keracunan diduga kuat dari menu yang disiapkan dari MBG

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
LIHAT - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Dumuliahi Djami saat melihat sejumlah ompreng berisi menu MBG di SMPN 8 Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG  - Partai Gerindra Kota Kupang bergeming ikut terlibat dalam pengelolaan dapur pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Seperti penyampaian Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani pada 13 Februari 2025 lalu. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh kader Gerindra agar mendukung program MBG. 

Di NTT, misalnya. Kader Gerindra juga ikut terlibat dan menjadi mitra BGN atau sebagai salah satu penyedia MBG untuk sekolah-sekolah. Seperti halnya di Kabupaten Manggarai Barat. Seorang kader Gerindra ikut menjadi mitra MBG. 

Namun di Kota Kupang, meski banyak pihak menyebutkan adanya keterlibatan kader Gerindra tapi tidak ada penjelasan lebih lanjut dari DPC Gerindra Kota Kupang. 

Baca juga: Bukan Hanya di SMKN 2 dan SMAN 1 Kota Tambolaka, Siswa SMK Don Bosco Weepangali Juga Keracunan MBG

Nino Sarmento, Ketua Badan Pemenang Pemilu DPC Gerindra Kota Kupang tidak menjawab dengan jelas ihwal keterlibatan pihaknya dalam menentukan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

"Dapur BGN. Lgsg di kelola oleh SPPI Ahli Gizi akuntan dan 47 tenaga kerja yg semua lgsg di bawah kendali Pemerintah di bawah Badan Gizi nasional," katanya dalam aplikasi percakapan, Rabu (23/7/2025). 

Dia tidak menanggapi ketika ditanya perihal kemungkinan instruksi khusus DPP Gerindra agar Gerindra di semua daerah turut mengawasi pelaksanaan MBG. Begitu juga tugas 47 tenaga kerja yang dia sebutkan. Nino tidak memberi penjelasan. 

"Yg mengatur tugas tenaga kerja adalah SPPI di bantu ahli gizi dan akuntan," katanya. 

Ketua DPD Gerindra NTT Esthon Foenay tidak menjawab pertanyaan yang disampaikan. Pesan singkat yang dikirim tidak ditanggap meski sudah dibaca. 

Dari data laman Badan Gizi Nasional (BGN) yang diakses, Selasa (22/7/2025), tercatat 14 SPPG yang terdaftar. Sebarannya ada di enam Kecamatan yang ada di Kota Kupang. 

Dari belasan SPPG itu, terdapat beberapa Yayasan yang menaungi setiap SPPG. Satu Yayasan bisa menaungi maksimal 10 SPPG dengan sebaran bisa berbeda daerah. 

Dari laman BGN, berikut daftar SPPG yang terregistrasi:

1. SPPG Alak 
2. SPPG Fatufeto 
3. SPPG Pasir Panjang
4. SPPG Fatukoa 
5. SPPG Namosain
6. SPPG Oebobo 2
7. SPPG Oebobo 3
8. SPPG Oebobo 4
9. SPPG Oepura
10. SPPG Oesapa Barat
11. SPPG Kelapa Lima 1
12. SPPG Maulafa 
13. SPPG Oebobo 1
14. SPPG Kelapa Lima 2.


Meski terdaftar, tidak ada alamat yang lebih detail mengenai alamat dan Yayasan yang membawahi SPPG tersebut. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved