Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik : Allah Tidak Kompromi dengan Kejahatan Terhadap Sesama
Yesus sebagai Anak Allah berpredikat sebagai Hamba yang Allah kasihi dan berkenan kepada-Nya, demikian warta nabi Yesaya
Oleh : Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Sabtu 19 Juli 2025 dari Pater Fransiskus Funan Banusu SVD merujuk pada Bacaan I: Kel 12:37-42; Mzm 136:1.23-24.10-12.13-15; Mat 12:14-21.
"Kepada-Nya semua bangsa akan berharap." (Mat 12:21). Allah yang kita imani dalam Diri Yesus Kristus adalah Allah yang baik, rahim dan setia.
Yesus sebagai Anak Allah berpredikat sebagai Hamba yang Allah kasihi dan berkenan kepada-Nya, demikian warta nabi Yesaya. Roh Allah ada dalam Yesus.
Maka Yesus pun memiliki karakter seperti Allah Bapa-Nya: baik, rahim, setia, lemah lembut dan rendah hati.
Karena misi keselamatan kepada semua manusia dan segala sesuatu yang Allah ciptakan, serta menjadikan belas kasih sebagai media utama mengasihi tanpa batas waktu dan ruang, Yesus mau dibunuh.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 18 Juli 2025, Kesombongan Rohani Para Farisi
Para Farisi sebagai penjaga hukum Taurat terancam popularitasnya, lalu menyusun rencana pembunuhan terhadap Yesus.
Ia punya kuasa besar baik duniawi maupun surgawi menolak untuk melawan dengan cara paling mengagumkan yakni menghindari kejahatan pembunuhan atas Diri-Nya pada saat ini.
Sebagai Mesias terjanji yang kini ada, Yesaya mewartakan dengan penuh keyakinan apa yang sudah Allah bilang kepadanya, "Roh-Ku Kucurahkan atas Dia untuk memaklumkan hukum kepada sekalian bangsa."
Para Farisi makin brutal. Untuk misi keselamatan atau karya-karya kebaikan untuk kemanusiaan perlawanan pasti datang dari sesama yang mencintai iblis dan kuasa kegelapannya.
Sikap yang pantas menghadapi orang-orang jenis ini adalah: menjauh jangan pernah ajak untuk berhantam, rendah hati, sabar, setia dan terus berdoa bagi mereka agar bertobat.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 18 Juli 2025, Yang Kukehendaki ialah Belas Kasihan
Tantangan semakin banyak, rahmat kasih karunia Allah makin bertambah pula dalam diri kita. Tuhan tidak pernah berdiam diri untuk mengasihi para utusan-Nya dan umat-Nya yang dilayani. Kasih Tuhan abadi bagi siapa saja yang beriman kepada-Nya.
Ketika Firaun makin brutal terhadap umat Israel, Allah justru lebih aktif lagi untuk menyelamatkan mereka. Allah melumpuhkan dewa-dewa sembahan Firaun. Sebagai budak, umat Israel tinggal di Mesir selama 430 tahun.
Melalui Musa dan Harun sebagai pemimpin umat-Nya, Allah menunjukkan kuasa-Nya, "Sesudah lewat 430 tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan Tuhan dari tanah Mesir untuk membawa mereka keluar." (Kel 12:41-42).
Mereka berangkat dari Ramses ke Sukot. Laki-laki yang berjalan kaki kira-kira 600.000 orang tidak termasuk anak-anak. Tuhan tidak berkompromi dengan kejahatan yang dibuat oleh manusia terhadap sesamanya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.