Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 4 Juli 2025, "Orang Farisi Kritik Yesus"
Sakramen adalah jembatan keselamatan kita dalam Yesus Kristus. Karena itu pintu Surga adalah hati Yesus yang mengasihi orang-orang berdosa tanpa batas
Renungan Harian Katolik
Jumat, 4 Juli 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
ORANG FARISI KRITIK YESUS KETIKA IA BERGABUNG DENGAN ORANG BERDOSA
(Kej 23:1-4.19; 24:1-8.62-67; Mzm 106:1-2.3-4a.4b-5; Mat 9:9-13).
"Mengapa gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" (Mat 9:11). Yesus datang dari Allah untuk mewartakan kepada kita Injil Kerajaan Allah.
Kita mengimani dan percaya kepada Yesus sebagai Anak Allah yang akan membawa kita masuk ke dalam Surga melalui pertobatan dan pembaptisan serta penerimaan sakramen-sakramen yang lain.
Sakramen adalah jembatan keselamatan kita dalam Yesus Kristus. Karena itu pintu Surga adalah hati Yesus yang mengasihi orang-orang berdosa tanpa batas.
Kunci dari pintu Surga adalah doa dan kasih (Santo Andreas Bessete). Kita amalkan kasih kepada sesama dan tingkatkan semangat kasih kepada Tuhan sebab kasih setia Tuhan itu kekal abadi.
Kasih Allah dalam Yesus berlaku untuk semua orang, entah orang benar atau pun orang berdosa. Karena kasih yang demikian maka para Farisi mengkritik Yesus yang tidak hanya datang makan di rumah Matius bersama teman-teman pemungut cukai, bahkan orang berdosa lain pun bergabung.
Lebih dari itu Yesus memanggil Matius si pemungut cukai itu untuk mengikuti-Nya. Yesus berkata kepada Matius, "Ikutlah Aku." "Ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya." (Mat 9:10).
Orang Farisi menghendaki pemisahan ekstrim dalam hidup sosial menurut kategori: orang berdosa, orang bersalah hidup dalam komunitasnya sendiri, orang benar, orang tidak berdosa juga demikian.
Hidup baik dan benar, datang dari kesadaran mendalam untuk mengalahkan egoisme melalui pertobatan yang sungguh. Memisah-misahkan orang menurut kelas dan kategori yang dirancang bukankah sudah termasuk dosa?
Maka kritik pedas para Farisi yang keliru tentang tugas pokok Yesus, mengundang-Nya untuk menyampaikan kebenaran ajaran berikut ini: "Bukan orang sehat yang membutuhkan tabib, melainkan orang sakit. Aku menginginkan belas kasihan, bukan persembahan.
Aku datang bukannya untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." (Mat 9:12-13). Yesus mengingatkan kita agar tetap sadar akan kenyataan yang kita alami. Secara fisik kita biasa sakit dan butuh perawatan medis.
Demikian juga secara rohani jiwa kita sakit, terbelenggu oleh dosa-dosa yang kita buat dan karena itu kita butuh perawatan spiritual agar jiwa kita sehat.
Misi Yesus di dunia ialah memanggil dan merawat kita supaya bertobat, kembali ke jalan yang benar (bertobat dari pikiran error yang menyesatkan), agar selamat. Keselamatan kita menjadi target pertama dan terutama misi Yesus.
Tugas kita kini melanjutkan misi Yesus dengan saling menolong, mengasihi, robohkan tembok pemisah di antara kita, menjaga agar tetap berada pada jalan yang baik dan benar. Jika tergincir dan jatuh dalam dosa, kita harus bangkit dari kondisi terpuruk itu untuk menikmati rahmat kerahiman Allah dalam Kristus.
Kasih setia Tuhan itu kekal abadi kepada orang yang teguh beriman kepada-Nya, seperti Abraham bersama keluarganya. Sara istri Abraham meninggal.
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, “Berjaga-jagalah” |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, "Siaga untuk Selalu Berbuat Baik" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, "Berjaga-jaga Dalam Kehidupan Sehari-hari" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025, Ketulusan Iman, Bukan Sekadar Penampilan |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025, "Bersaksi Melawan Diri Sendiri" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.