Breaking News

NTT Terkini 

GMIT Launching GG Mart, Gubernur NTT: Langkah Nyata Kemandirian Ekonomi Jemaat

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengapresiasi peluncuran toko pangan GG Mart oleh Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG. COM/TARI ISMAIL
LAUNCHING GG MART - Gubernur NTT Melki Laka Lena, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Agus Sistyo Widjajati, Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Samuel Benyamin Pandie, S.Th bersama pengurus lainnya me-launching toko pangan GG Mart di Kantor Sinode GMIT, Kamis (26/6/2025). Peluncuran GG Mart ditandai dengan pelepasan burung merpati putih. 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar Ismail

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena mengapresiasi peluncuran toko pangan GG Mart oleh Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).

Launching GG Mart berlangsung di Kantor Sinode GMIT, Kamis (26/6/2025). Peluncuran ditandai dengan pelepasan burung merpati putih oleh Gubernur NTT, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Agus Sistyo Widjajati, Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Samuel Benyamin Pandie, S.Th bersama pengurus lainnya.

Gubernur Melki Laka Lena menyebut GG Mart sebagai terobosan penting yang bukan hanya berdampak bagi GMIT, tetapi juga bagi masa depan ekonomi NTT.

"Mungkin saya belum banyak tahu atau kurang informasi, tetapi saya belum menemukan lembaga agama yang sadar dan mampu membangun platform seperti GG Mart. Ini luar biasa dan patut menjadi contoh," ucap Gubernur Melki Laka Lena

Ia menegaskan bahwa dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, penguatan sektor UMKM menjadi kunci ketahanan ekonomi nasional.

Menurut Melki Laka Lena, UMKM tidak hanya menyumbang 60 persen terhadap PDB nasional, tetapi juga menyerap hingga 97 % tenaga kerja.

Gubernur Melki Laka Lena mengisahkan pengalamannya bertemu seorang konglomerat di Jakarta yang menjual madu asal Amfoang, Kabupaten Kupang dengan merek KANA di hotel-hotel mewah. 

Baca juga: GMIT Luncurkan GG Mart, Wadah Pemasaran Produk UMKM Jemaat

Hal ini, katanya, menjadi bukti bahwa potensi lokal NTT sangat besar namun sering kali belum dikelola oleh masyarakat sendiri.

"Potensi seperti ini sering kali diambil alih oleh pihak luar. Maka dari itu, kita mendorong program One Village One Product (OVOP) agar produk lokal bisa naik kelas dan dikenal lebih luas," ujarnya.

Ketua DPD Partai Golkar NTT ini melihat GG Mart sebagai simbol awal kemandirian ekonomi jemaat GMIT, yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas gereja di seluruh wilayah NTT, khususnya di Flores, Sumba, Timor, dan Alor.

"Ini adalah langkah maju GMIT, membangun ekonomi jemaat melalui produk-produk mereka sendiri. Saya sangat mendukung dan berharap GG Mart menjadi gerakan ekonomi umat yang terus berkembang," tandas Melki Laka Lena.

GG Mart hadir sebagai toko pangan yang menjadi wadah pemasaran produk UMKM jemaat GMIT, mulai dari hasil pertanian, olahan makanan, hingga produk kerajinan tangan lokal.

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya GMIT untuk memperkuat ekonomi jemaat secara mandiri dan berkelanjutan. (iar) 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NES

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved