Nasional Terkini
Pengeluaran Lebih Tinggi untuk MBG, Defisit Anggaran Diprediksi Melebar
Melebarnya defisit anggaran disebabkan karena pemerintah akan melakukan pengeluaran lebih tinggi untuk melaksanakan program prioritas seperti MBG
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) dalam laporannya yang berjudul AMRO Annual Consultation Report Indonesia 2025 menyebut defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia diperkirakan akan melebar pada tahun 2025 ini.
Hal ini terjadi karena pemerintah lebih ekspansif menggelontorkan anggaran untuk perekonomian dengan melaksanakan program-program prioritas seperti makan bergizi gratis (MBG).
Dalam laporan yang diterbitkan Juni 2025 tersebut, AMRO memperkirakan defisit anggaran Indonesia yang pada 2024 sebesar 2,3 persen dari produk domestik bruto (PDB) berpotensi bertambah pada tahun ini.
Melebarnya defisit anggaran disebabkan karena pemerintah akan melakukan pengeluaran lebih tinggi untuk melaksanakan program-program prioritas pemerintah seperti MBG.
Bahkan AMRO memperkirakan pengeluaran negara untuk program MBG akan melebihi potensi pendapatan negara jika pajak pertambahan nilai (PPN) dinaikkan menjadi 12 persen pada awal 2025.
Untuk diketahui, pada awal tahun ini pemerintah batal menerapkan kenaikan PPN dari 11 persen ke 12 persen menjadi hanya untuk barang dan jasa kategori mewah.
Padahal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan potensi pendapatannya mencapai RP 75 triliun selama setahun.
"Defisit anggaran dapat meningkat lebih lanjut pada tahun 2025 karena pengeluaran yang lebih tinggi terkait dengan program-program prioritas baru termasuk program makanan bergizi gratis untuk anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui, dan subsidi tambahan untuk rumah tangga berpenghasilan rendah," tulis AMRO dalam laporannya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (25/6/2025).
Meskipun pemerintah juga berupaya melakukan penghematan dengan menginstruksikan kementerian dan lembaga untuk melakukan efisiensi belanja sebesar Rp 306 triliun.
Efisiensi ini dialkukan agar dapat memfokuskan anggaran belanja negara ke program-program yang berorientasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Namun harus diingat juga anggaran MBG tahun ini tak kalah besar yakni sebesar Rp 71 triliun dan anggaran tambahan untuk MBG sebesar RP 100 triliun sehingga totalnya mencapai Rp 171 triliun.
"Kebijakan fiskal telah berubah menjadi ekspansif untuk mendukung perekonomian," tulis AMRO.
Oleh karenanya, meski pengeluaran negara akan bertambah tahun ini karena MBG, AMRO menyarankan agar pemerintah memastikan program tersebut dilaksanakan dengan tepat sasaran.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah dapat menjajaki kemungkinan untuk membentuk kemitraan, termasuk pengaturan pembagian biaya, dengan pemerintah daerah dan sektor swasta.
"Pemerintah harus secara ketat memantau pelaksanaannya untuk memastikan penyampaian yang efisien dan pencapaian hasil yang ditargetkan secara efektif," tulis AMRO.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-menu-Program-Makan-Bergizi-Gratis.jpg)