NTT Terkini

Penerapan E-ticketing Area Parkir dan Kolaborasi Inovatif Dispora NTT

Menurutnya, tantangan birokrasi yang kompleks, kurangnya inovasi, dan keterbatasan sumber daya menjadi hambatan serius dalam optimalisasi PAD.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ONONG BORO
Plt. Kepala UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dispora NTT, Dr. Fransiskus Sales, S.Pd, MM 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro

POS-KUPANG.COM, KUPANG --  Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Nusa Tenggara Timur mengusung pendekatan kolaboratif yang inovatif.

Pendekatan ini diyakini menjadi strategi yang tidak hanya efektif, efisien dan transparan, tetapi juga mampu mendorong partisipasi masyarakat, dunia usaha, serta memperkuat kualitas pelayanan publik.

Plt. Kepala UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dispora NTT, Dr. Fransiskus Sales, S.Pd, MM, saat dihubungi Reporter POS-KUPANG.COM, Selasa (24/6/2025), menjelaskan bahwa pengelolaan PAD tidak bisa hanya dilakukan secara konvensional.

Menurutnya, tantangan birokrasi yang kompleks, kurangnya inovasi, dan keterbatasan sumber daya menjadi hambatan serius dalam optimalisasi PAD.

"Kami melihat bahwa pendekatan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta adalah jalan yang harus ditempuh. Ini bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga tentang bagaimana pelayanan publik bisa berjalan lebih baik dan dipercaya masyarakat," ujar Dr. Fransiskus.

Baca juga: UPTD Sarpras Dispora NTT Siap Sukseskan Liga Anak Indonesia Qristimewa Regional NTT 

Dispora NTT saat ini tengah menyiapkan sejumlah langkah konkret. Salah satunya adalah digitalisasi sistem, termasuk penerapan e-ticketing untuk area parkir dan pelaksanaan event.

Sistem ini bertujuan untuk menutup celah kebocoran pendapatan yang selama ini sulit diawasi secara manual. 

"Digitalisasi akan menekan kebocoran dan menciptakan transparansi. Setiap transaksi akan tercatat dan bisa dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Selain itu, Dispora NTT juga merancang pemanfaatan fasilitas olahraga milik pemerintah, seperti Stadion Oepoi dan GOR Flobamora, untuk dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Ruang-ruang yang selama ini tidak termanfaatkan secara optimal akan dibuka bagi pihak swasta untuk kegiatan ekonomi dan sosial yang produktif. 

"Kita membuka peluang bagi sponsor, pelaku usaha, bahkan komunitas untuk terlibat dalam pengelolaan aset-aset ini. Prinsipnya tetap satu: harus saling menguntungkan dan mendukung PAD," imbuh Fransiskus.

Untuk memperkuat sistem pengelolaan tersebut, Dispora NTT juga akan memasang portal di kawasan Sport Center Oepoi Kupang.

 

Portal ini akan terletak di titik-titik strategis seperti jalan masuk Stadion Oepoi Kupang, pintu keluar GOR Oepoi, serta akses ke asrama atlet PPLD dan PPLM. Pemasangan ini tidak hanya untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga sebagai bentuk pengawasan dan pemungutan retribusi berbasis sistem.

Dalam pelaksanaan strategi ini, Dispora NTT berpedoman pada sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Sistem Keolahragaan No 11 Tahun 2022, Perda No 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta Pergub yang mengatur tarif retribusi. Strategi ini dirancang untuk memenuhi tujuan peningkatan kualitas layanan publik dan memaksimalkan PAD guna membiayai pembangunan daerah.

Meski begitu, ia tak menampik bahwa masih ada hambatan yang harus dihadapi, seperti rendahnya kepercayaan publik dan birokrasi yang kaku. Namun, ia optimistis, dengan komunikasi yang dibangun secara terbuka serta pemanfaatan teknologi, semua tantangan itu bisa diatasi. (uge)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved