Sabtu, 11 April 2026

Jakarta Terkini

97 WNI Dipulangkan ke Indonesia Imbas Serangan AS ke Iran

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) telah dievakuasi dari Iran ke Baku, Azerbaijan.

|
Kompas.com
Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI, Judha Nugraha 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) telah dievakuasi dari Iran ke Baku, Azerbaijan.

Evakuasi tersebut dilakukan imbas Amerika Serikat (AS) ikut serta dalam pertempuran Iran-Israel dengan menjatuhkan bom pada tiga situs nuklir Iran, di Fordow, Natanz, dan Esfahan.

"Siap untuk evakuasi 97 WNI, sudah aman di Baku. Kita terus monitor," kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (22/6).

Judha Nugraha melanjutkan, pemulangan para WNI ke Tanah Air akan dilakukan mulai Senin (23/6). "Pemulangan dilakukan bertahap. Rencana diterbangkan tahap pertama dengan pesawat komersial pada Senin, 23 Juni dan tiba di Jakarta 24 Juni," kata Judha Nugraha.

Baca juga: Status Awas, Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi

Badan Tenaga Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) memastikan tidak ada peningkatan radiasi di luar lokasi situs nuklir Iran usai serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas utama milik Teheran.

Badan pengawas nuklir PBB, International Atomic Energy Agency (IAEA), menegaskan bahwa kondisi radiasi di sekitar situs nuklir Iran tetap normal usai bombardir militer AS.

Hal ini disampaikan melalui akun resmi @iaeaorg di platform X  “IAEA dapat mengonfirmasi bahwa tidak ada peningkatan tingkat radiasi di luar lokasi yang dilaporkan hingga saat ini,” tulis pernyataan resmi IAEA.

Terkait serangan AS ke Iran, Arab Saudi dilaporkan secara seksama memantau dampak dari agresi AS tersebut. Pihak berwenang Arab Saudi mengatakan pada Minggu kalau "tidak ada efek radioaktif yang terdeteksi" di wilayah Teluk setelah serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran

"Tidak ada dampak radioaktif yang terdeteksi pada lingkungan Kerajaan dan negara-negara Teluk Arab sebagai akibat dari penargetan militer Amerika terhadap fasilitas nuklir Iran," tulis Komisi Regulasi Nuklir dan Radiologi Kerajaan Arab Saudi.

Baca juga: Polisi Telusuri Motif Penganiayaan ART Intan Asal Sumba NTT di Batam, Majikan Laki-laki Kabur

Sebelumnya, media AS, The New York Times mengutip seorang pejabat AS yang mengatakan bahwa penilaian kerusakan awal menunjukkan bahwa fasilitas Fordow telah dihentikan operasionalnya. Sumber tersebut menambahkan: "Beberapa bom penghancur bunker seberat 30.000 pon (sekitar 13,6 ton) dijatuhkan di fasilitas Fordow."

Fox News, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa selama serangan udara AS, dua bom menargetkan pintu masuk ke fasilitas nuklir Iran di Fordow. Pihak berwenang Iran memastikan kalau serangan AS tidak menimbulkan gejala kebocoran radiasi.

"Tidak ada tanda-tanda kontaminasi yang tercatat," menurut Pusat Nasional untuk Sistem Keselamatan Nuklir, yang beroperasi di bawah Organisasi Energi Atom Iran.

"Oleh karena itu, tidak ada bahaya bagi penduduk yang tinggal di sekitar ... lokasi tersebut," tambah pernyataan tersebut.

Badan Atom Iran mengatakan serangan AS tidak akan menghentikan aktivitas nuklir Badan atom Iran mengatakan kalau negara itu akan melanjutkan kegiatan nuklirnya meskipun ada serangan AS terhadap fasilitas-fasilitas utama.

Baca juga: Viral ART Intan Asal Sumba NTT Dianiaya Majikan di Batam hingga Babak Belur, Begini Kondisinya

"Organisasi Tenaga Atom Iran meyakinkan bangsa Iran yang agung bahwa terlepas dari rencana jahat musuh-musuhnya ... mereka tidak akan membiarkan jalur pengembangan industri nasional ini (nuklir), yang merupakan hasil darah para martir nuklir, dihentikan," kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan oleh media pemerintah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved