Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 20 Juni 2025, "Di Mana Hartamu, Di Situ Hatimu Berada"
Dan permenungan kita kali ini dimulai dari bacaan pertama dalam 2 Korintus 11:18, 21b-30, Paulus berbicara tentang "kebodohannya" dalam membanggakan
Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD
Hari Jumat Pekan Biasa XI
Jumat, 20 Juni 2025
Bacaan I: 2Kor. 11: 18.21b-30
Injil: Mat. 6: 19-23
“Di Mana Hartamu, Di Situ Hatimu Berada”
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Salam sejahtera untuk kita semua. Harta dapat menjadi sarana untuk menjadikan hidup kita lebih baik sekurang-kurangnya memenuhi kebutuhan hidup. Namun pada saat yang sama juga menjadi tantangan karena harta selalu bisa membuat kita salah jalan karena selalu dibubungkan dengan hati dan keinginan atau kehendak kita.
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Dalam bacaan hari ini, kita diajak untuk merenungkan tentang nilai-nilai yang kita prioritaskan dalam hidup. Tema "Di mana hartamu, di situ hatimu berada" menantang kita untuk memeriksa di mana kita menaruh perhatian dan energi kita, karena di situlah hati kita akan tertambat.
Dan permenungan kita kali ini dimulai dari bacaan pertama dalam 2 Korintus 11:18, 21b-30, Paulus berbicara tentang "kebodohannya" dalam membanggakan diri. Ia terpaksa membanggakan diri karena jemaat di Korintus lebih menghargai para pengajar palsu yang sombong.
Paulus, meskipun merasa tidak nyaman, menyebutkan berbagai penderitaan dan kesulitan yang telah dialaminya dalam pelayanan.
Tujuannya bukan untuk meninggikan diri, melainkan untuk menunjukkan bahwa pelayan sejati Kristus harus siap menderita demi Injil. Ini menunjukkan bahwa nilai sejati terletak pada pengorbanan dan pelayanan, bukan pada pujian atau kekayaan duniawi.
Selanjutnya dari Injil Matius 6:19-23, Yesus mengajarkan tentang harta di surga. Ia memperingatkan kita untuk tidak mengumpulkan harta di bumi, di mana ngengat dan karat merusaknya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
Sebaliknya, kita harus mengumpulkan harta di surga, di mana ngengat dan karat tidak merusak dan pencuri tidak membongkar serta mencuri. Yesus menegaskan bahwa di mana hartamu berada, di situ hatimu berada juga.
Ini menunjukkan bahwa fokus kita seharusnya pada hal-hal yang kekal, bukan pada hal-hal yang sementara. Yesus melanjutkan dengan berbicara tentang mata sebagai pelita tubuh. Jika mata kita baik, seluruh tubuh kita akan terang.
Namun, jika mata kita jahat, seluruh tubuh kita akan gelap. Jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu! Ini menunjukkan bahwa pandangan kita tentang hidup akan memengaruhi seluruh keberadaan kita. Jika kita memiliki pandangan yang benar, yang berfokus pada hal-hal yang kekal, seluruh hidup kita akan dipenuhi dengan terang .
Refleksi atas permenungan kita dari bacaan yanga ada adalah Prioritas Hidup: Di manakah kita menaruh harta kita?
Apakah kita lebih fokus pada mengumpulkan kekayaan materi, ataukah kita lebih berinvestasi dalam hal-hal yang kekal, seperti hubungan kita dengan Allah dan sesama? Pandangan yang Benar: Apakah kita memiliki pandangan yang sehat tentang hidup?
| Renungan Harian Katolik Selasa 14 April 2026, 'Hiduplah Dalam Pembaharuan dan Pelayanan Kasih' |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 14 April 2026, 'Roh Kudus Bekerja Dalam Diam' |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 14 April 2026, “Anak Manusia Harus Ditinggikan” |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 13 April 2026, "Lahir Baru: Hidup Dalam Roh" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 13 April 2026, "Dilahirkan Kembali" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon_0104.jpg)