Konflik Iran Vs Israel

Netanyahu Ucapkan Terima Kasih Saat AS Dukung Israel Lawan Iran

Benjamin Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump atas dukungannya terhadap Israel.

Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM/HO
TRUMP DAN NETANYAHU - Tangkapan layar The White House pada Kamis (10/4/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) berfoto di Ruang Oval, Gedung Putih, pada hari Selasa (8/4/2025). Pada 18 Juni 2025, Netanyahu berterimakasih kepada Trump atas dukungannya untuk Israel dalam serangan terhadap Iran.  

POS-KUPANG.COM - Konfil antara Iran dan Israel masih terus berlanjut. Kedua negara sama-sama belum mau menemukan kata sepakat untuk perdamaian.

Kini, kedua negara ini bahkan mulai mencari dukungan dari negara lain. Baik Israel dan Iran, sama-sama berusaha mendekati negara lain melalui berbagai diplomasi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump atas dukungannya terhadap Israel.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump, sahabat baik Israel," kata Netanyahu dalam pidatonya, Rabu (18/6/2025).

Ia berterima kasih atas dukungan AS dalam mempertahankan wilayah udara Israel.

"Saya berterima kasih kepadanya karena mendukung kami, dan saya berterima kasih kepadanya atas dukungan Amerika Serikat dalam mempertahankan wilayah udara Israel," katanya, tanpa menjelaskan bentuk dukungan yang diberikan AS kepada Israel.

Dalam pidatonya, Netanyahu menekankan, rudal Israel menyerang Iran dengan kekuatan yang luar biasa.

"Kami menyerang rezim Ayatollah (Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran) dengan kekuatan yang luar biasa," katanya. 

"Kami menyerang program nuklir mereka, rudal mereka, markas militer mereka, dan simbol-simbol kekuasaan mereka," tambahnya.

Selain itu, Netanyahu mengakui Israel telah menderita kerugian yang menyakitkan sebagai balasannya.


"Kami menderita banyak kerugian, kerugian yang menyakitkan. Namun, garis depan kuat, rakyat kuat, dan Negara Israel lebih kuat dari sebelumnya," kata Netanyahu.

Terkait serangan mematikan Israel di Jalur Gaza, Netanyahu mengatakan serangan tersebut berlanjut hingga mencapai dua tujuan, yaitu melenyapkan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan memulangkan semua sandera.

Iran melancarkan serangan balasan terbaru terhadap Israel pada Rabu malam.

Baca juga:  Trump: AS Belum Memutuskan Ikut Perang Israel-Iran, Minggu Depan Jadi Penentu

Televisi Iran mengumumkan militer Iran meluncurkan rudal hipersonik Fatah ke Israel dan mengonfirmasi rudal tersebut berhasil menembus pertahanan Israel.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved