Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa17 Juni 2025, "Berjuang Jadi Pelaku Kasih"
Dalam suasana hati yang menyenangkan seperti itu maka orang yang mengalaminya dapat memuji dan memuliakan Allah.
Renungan Harian Katolik
Selasa, 17 Juni 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
BERJUANG JADI PELAKU KASIH
(2Kor 8:1-9; Mzm 146:2.5-6.7.8-9a; Mat 5:43-48)
"Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian. Karena dengan demikian kalian menjadi anak-anak Bapamu di Surga." (Mat 5:44-45a). Yang membuat hidup terasa indah dalam segala kondisi adalah cinta.
Karena itu cinta mesti disebar-luaskan ke mana pun kita pergi dan di mana saja kita berada. Melalui cinta kasih kita merasa ada sukacita, kebahagiaan dan kegembiraan. Kita berjuang menjadi pelaku - pelayan kasih kepada sesama walau tak mudah.
Tekad dan niat itu penting jadi aktor kasih. Allah Bapa memiliki kasih yang sempurna bagi manusia. Hal ini tampak dalam Diri Yesus Kristus Putra Allah.
Para murid Tuhan pun harus memiliki kasih yang sempurna. Kita juga sebagai pengikut Yesus harus terus berjuang untuk memiliki kasih yang sempurna dalam diri kita.
Hukum kasih mengajarkan kepada kita untuk mengasihi musuh dan berdoa bagi orang yang menganiaya kita.
Semangat hukum lama masih cukup mendominasi kita dalam mengambil sikap, terutama menghadapi hal-hal kekerasan yang sering menimpa kita entah secara spontan atau pun terencana. "Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah upahmu?"
Roh hukum baru blm cukup merasuki diri kita untuk menjadi pelaku kasih yang ekstrim. Kita terus berjuang dalam hal mengasihi tanpa batas. Yesus mengingatkan kita, "Karena itu, kalian harus sempurna sebagaimana Bapamu sempurna adanya." (Mat 5:48). Kesempurnaan ada ideal yang mau kita tempuh dalam perjuangan hidup ini.
Ketika kita sungguh-sungguh menjadi pelaku kasih, kita pun pasti mendapat perlakuan kasih yang sama. Para murid mengalami kasih karunia Allah melalui orang-orang yang mereka jumpa dan layani di Makedonia. Pengalaman spiritual yang indah ini menjadi bekal bermakna bagi mereka untuk melayani di tempat lain.
"Maka sekarang hendaknya kalian kaya dalam pelayanan kasih ini, sebagaimana kalian kaya dalam segala seauatu: dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam keunggulan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami." (2Kor 8:7).
Inilah pengakuan para murid terhadap kasih yang mereka peroleh dari orang-orang Makedonia. Sebagai aktor kasih dalam pelayanan kita pastikan bahwa siapa pun datang dan pergi harus dalam keadaan bahagia dan bersukacita.
Dalam suasana hati yang menyenangkan seperti itu maka orang yang mengalaminya dapat memuji dan memuliakan Allah.
Pemazmur bermadah, "Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk.
Tuhan mengasihi orang -orang benar, Tuhan menjaga orang-orang asing." (Mzm 146:2.8-9a). Tebarkanlah kasih ke mana kalian suka, Allah sendiri menjadi penjamin keselamatanmu.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Selasa /Pekan Biasa XI/C, 170625)
Renungan Harian Katolik Jumat 29 Agustus 2025, "Kenapa Dendam Tetap Tersimpan di Hati?" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Jumat 29 Agustus 2025, "Penguasa: Privilese, Reputasi Lebih Penting" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Jumat 29 Agustus 2025, "Kepala Yohanes Pembaptis" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, “Berjaga-jagalah” |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, "Siaga untuk Selalu Berbuat Baik" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.