Opini
Opini: Belajar dari SMAN 3 Borong
Banyak anak yang sebenarnya berada pada usia sekolah, namun tidak memiliki kesempatan yang layak untuk menempuh pendidikan.
Oleh: Darvis Tarung
Tinggal di Komunitas Claretian Matani Kupang - NTT
POS-KUPANG.COM - Dunia pendidikan di Indonesia saat ini menjadi fokus perhatian berbagai pihak.
Pemerintah berupaya semaksimal mungkin agar seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses pendidikan.
Berbagai langkah telah ditempuh untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikan.
Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang mengutamakan kepentingan masyarakat luas.
Pengembangan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, serta pembiayaan operasional pendidikan menjadi perhatian utama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Kita patut mengakui dan mengapresiasi segala kebijakan dan usaha pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia.
Kenyataannya saat ini, masih banyak anak-anak yang tidak dapat melanjutkan pendidikan mereka.
Salah satu penyebab utamanya adalah kondisi ekonomi yang lemah, sementara biaya pendidikan tergolong mahal (Matondang et al., 2024).
Banyak anak yang sebenarnya berada pada usia sekolah, namun tidak memiliki kesempatan yang layak untuk menempuh pendidikan.
Mereka terpaksa menyimpan keinginan itu rapat-rapat, bahkan memadamkan cita-cita yang selama ini mereka gantungkan di langit harapan.
Keinginan untuk belajar dan meraih masa depan terpaksa dikubur karena berbagai keterbatasan, terutama persoalan akses dan ekonomi.
Dilansir dari kumparan.com, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2021 tercatat sebanyak 83,7 ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Indonesia mengalami putus sekolah.
Meskipun angka ini menunjukkan penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya, jumlah tersebut masih tergolong tinggi bagi sebuah negara yang menerapkan kebijakan wajib belajar bagi seluruh rakyatnya.
Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) mengungkapkan bahwa 76 persen keluarga dari jumlah tersebut menyatakan alasan utama anak mereka putus sekolah adalah tekanan ekonomi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Darvis-Tarung.jpg)