Politani Kupang Bahas Strategi Inovatif Hadapi Tantangan Dunia Pendidikan Tinggi
Salah satu strategi yang kami dorong adalah pembukaan program studi baru di jenjang Diploma IV, yang disesuaikan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar Ismail
POS-KUPANG.COM, KUPANG — Program Studi Pengelolaan Pertanian Lahan Kering (P2LK) Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Negeri Kupang) menggelar Lokakarya Kurikulum Sarjana Terapan pada Jumat, 13 Juni 2025 di Gedung Student Center Politani. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya penyusunan kurikulum baru untuk pengusulan enam program studi Diploma IV (Sarjana Terapan).
Lokakarya ini menghadirkan Ratih Ayuninghemi, Ketua Badan Koordinasi Penjaminan Mutu Politeknik Negeri se-Indonesia, sebagai narasumber utama yang mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting. Selain itu, sejumlah alumni Jurusan MPLK (Manajemen Pertanian Lahan Kering) turut ambil bagian secara virtual dalam sesi diskusi dan masukan.
Direktur Politani Negeri Kupang, Johanis A. Jermias, S.Pt, M.Sc dalam sambutannya menyoroti penurunan minat calon mahasiswa terhadap bidang pertanian, khususnya pada jenjang Diploma III. Menurutnya, masyarakat kini lebih cenderung memilih jenjang Sarjana, yang menjadi tantangan tersendiri bagi keberlanjutan program vokasi.
“Maka dari itu, kita harus terus berinovasi untuk menjaga eksistensi perguruan tinggi vokasi negeri. Salah satu strategi yang kami dorong adalah pembukaan program studi baru di jenjang Diploma IV, yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Direktur dalam sambutannya, Jumat (13/6/2025).
Ia mengungkapkan, rencana pembukaan enam program studi baru tersebut sebenarnya telah dibahas sejak dua tahun lalu dan ditargetkan mulai terealisasi sejak November tahun lalu. Tahun ini, Prodi P2LK menjadi salah satu dari enam program yang tengah diusulkan.
Ketua Tim Penyusun Kurikulum, Dr. Alfred UK Ngaji, SP, M.Si menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan pengusulan prodi baru yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan lokal dan global.
“Kurikulum yang kami susun tetap mengacu pada standar nasional dan memperhatikan kebutuhan global. Kami juga telah mempersiapkan sumber daya manusia dan fasilitas pendukung yang memadai,” ujar Alfred.
Lokakarya ini diharapkan menghasilkan masukan-masukan yang memperkaya substansi kurikulum dan memperkuat kesiapan Politani Negeri Kupang dalam membuka program studi baru yang relevan dan dibutuhkan masyarakat. (iar)
Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS
Sekda Jonas Selly Sebut 13 Pelamar Lolos Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemkab Rote Ndao |
![]() |
---|
Pameran Museum Keliling di Belu Resmi Ditutup, Bupati Willy Lay: Budaya Tidak Boleh Luntur |
![]() |
---|
Sambut Tour De EnTeTe 2025, Pemkab TTU Lakukan Sejumlah Persiapan |
![]() |
---|
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Pastikan Kebutuhan BBM di Rote Ndao Aman |
![]() |
---|
Bentuk Rasa Syukur Perayaan Perak Imamat Romo Jhon Rusae Melalui Aksi Sosial |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.