Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 3 Juni 2025, Hidup Kekal: Percaya Yesus Kristus
Misi Yesus di dunia ialah memuliakan Allah dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Allah berikan untuk dilakukan.
Renungan Harian Katolik Selasa 3 Juni 2025
Pesta Santo Karolus Lwanga, dkk, Martit
Oleh: Pater Fransikus Funan Banusu SVD
HIDUP KEKAL: PERCAYA YESUS KRISTUS
(Kis 20:17-27; Mzm 68:10-11.20-21; Yoh 17:1-11a)
Hidup dalam penderitaan abadi tidak pernah didambakan oleh manusia mana pun. Kejahatan pun sama tak terprogramkan dalam hidup manusia, namun perbuatan jahat seakan tidak sepi dalam hidup kita. Yesus berkata, "Inilah hidup kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." (Yoh 17:4).
Misi Yesus di dunia ialah memuliakan Allah dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Allah berikan untuk dilakukan.
Kita yang percaya pada Yesus pun sama dituntut melakukan apa yang Yesus berikan kepada kita untuk dilakukan yaitu menjadi imam, nabi dan raja sesuai amanat dasar dalam Sakramen Pembaptisan.
Dalam tiga jabatan iman ini, telah terangkum ajaran Yesus tentang kasih dan kehendak Allah sendiri untuk kita lakukan. Dengan demikian kita menegaskan identitas kita sebagai milik Yesus dan Allah sendiri. Sikap yang pantas untuk bisa hidup bersama Yesus dan Allah ialah kepercayaan dan iman yang teguh.
Ketika percaya pada Yesus sebagai jalan, kebenaran dan hidup dan Bapa-Nya, kita sudah merasakan kehidupan abadi itu. Namun hal ini tidak segampang yang diilusikan oleh setiap orang. Orang beriman mesti berani dan berkorban menjadi rasul dan murid untuk mewartakan Sabda Tuhan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 3 Juni 2025, "Aku Berdoa untuk Mereka"
Dalam mewartakan Sabda Tuhan, setiap utusan mesti terbuka hatinya untuk menerima tantangan dan rintangan sebagai bagian yang melekat dalam diri. Pemandu, penuntun karya pewartaan adalah Roh Kudus. Maka penghibur dikala kesulitan dan penderitaan adalah Roh Kudus pula.
Sukacita dan kegembiraan karena Roh inilah yang mendorong para murid untuk bersaksi tanpa kenal lelah. Inilah kesaksian iman Paulus, "Aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah." Kis 20:24).
Orang-orang kudus tak luput dari risiko penderitaan bahkan nyawa. Rahmat selalu mengalir atas dan dalam diri kita sebagai umat Allah. Maka Pemazmur tidak pernah bosan-bosan bermadah bagi Tuhan, "Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah; tanah milik-Mu yang gersang Kaupulihkan, sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas." (Mzm 68:10-11). Para pilihan Allah akan menerima pahala, anugerah dan damai.
Namun ujiannya sangat berat maka sedikit saja orang yang bertahan. Laksana emas dalam api demikian juga kita diuji oleh Tuhan.
Para martir Tuhan adalah contoh konkrit bagaimana Tuhan menguji para pilihan-Nya untuk tetap setia bersaksi tentang iman yang benar dan membawa keselamatan serta kebahagiaan abadi bersama Yesus dan Allah dalam Kerajaan Surga. Mendambakan hidup kekal percayalah pada Yesus.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Selasa/ Pekan VII Paskah /C, 030625
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.