Manggarai Barat Terkini
Melly Weng Minta Penenun Manggarai Barat Lakukan Trik Ini Agar Hasil Karya Diminati
Wakil Ketua Dekranasda Manggarai Barat, Melly Weng, meminta agar para penenun di daerah itu bisa berinovasi agar hasil karya mereka bisa laku di pasar
Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Wakil Ketua Dewan Kerjaninan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Melly Weng, meminta agar para penenun di daerah itu bisa berinovasi agar hasil karya mereka bisa laku di pasaran.
"Yang menjadi tantangan bagi penenun kita saat ini adalah kain terlalu tebal. Ketika para penenun bertahan pada kondisi ini, maka pasar akan sulit untuk melirik. Dampaknya, barang kita akan simpan lama dipajangan," kata Melly Weng, Senin (2/6).
Karena itu Melly Weng berharap agar para penenun mulai berinovasi.
Caranya, dengan merancang kain tenun dan menggunakan bahan benang yang lebih ringan agar hasil tenun tipis dan tidak berat.
Dengan demikian kain tenun itu bisa menyasar wisatawan yang datang ke Labuan Bajo.
Menurut Melly Weng, kain tenun yang biasa dibeli oleh para wisatawan adalah kain yang ringan sehingga mudah untuk dikemas dan tidak panas saat digunakan.
"Para wisatawan membeli kain songke Manggarai bukan untuk dipakai pada acara adat. Karena itu, tenun perlu dikemas lebih ringan kecuali kain tenun untuk kebutuhan adat Manggarai," kata Melly Weng.
Melly Weng mengatakan, baru-baru ini Dekranasda telah menyerahkan bantuan berupa benang bordir yang halus dan berkualitas kepada kelompok penenun di Kecamatan Lembor Selatan.
Melly Weng mendorong kelompok penenun untuk serius menekuni usaha ini.
Erna Ervani Najom (38) anggota kelompok tenun Sinar Pagi di Kampung Nandong, Desa Watu Waja, Kecamatan Lembor Selatan, mengatakan hingga kini, menenun masih menjadi pekerjaan sampingan. Sejauh ini Erna lebih fokus ke bertani.
"Pekerjaan kami masih mengambang. Karena tenun ini kerja sampingan, pekerjaan pokok adalah mengolah kerja ladang. Rata-rata kami menenun itu dari bulan Juni hingga Oktober. Dari bulan November sampai bulan Mei, kami bekerja di ladang," ujar Erna Ervani Najom.
Erna Ervani Najom berharap agar Dekranasda Mabar dan mitra, terus mendukung kebutuhan mereka dalam menenun seperti benang, dan alat meter untuk mengukur kain. (uka)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Sampah 7 Ton Terkumpul di Pulau Padar, Komitmen PHC Menuju Zero Waste |
|
|---|
| Waspada Cuaca Buruk, KSOP Tutup Pelayaran Kapal Wisata di Labuan Bajo |
|
|---|
| FEATURE: Keluhan Warga Dusun Kerora, Sejak Nenek Moyang Belum Nikmati Listrik |
|
|---|
| Ratusan Personil TNI/Polri dan Pemda Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Tahun Baru di Labuan Bajo |
|
|---|
| Sopiana: Sejak Nenek Moyang Hingga Labuan Bajo Jadi Pariwisata Premium, Kami Belum Nikmati Listrik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Melly-Weng-1.jpg)