Kota Kupang Terkini
Romo Dus Bone Minta Umat Jaga Tradisi Doa Rosario Karena Alasan Ini
Dengan penuh khidmat dan sukacita, umat Paroki Santo Fransiskus Dari Asisi BTN Kolhua Kupang menggelar Misa Penutupan Bulan Maria di Kapela St. Paulus
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dengan penuh khidmat dan sukacita, umat Paroki Santo Fransiskus Dari Asisi BTN Kolhua Kupang menggelar Misa Penutupan Bulan Maria di Kapela St. Paulus Bello pada Sabtu sore (31/5).
Misa berlangsung di pelataran paroki yang belum selesai dibangun, tepatnya disamping Gua Maria, dengan pemandangan alam yang memesona.
Acara hari itu menjadi puncak dari seluruh rangkaian doa Rosario yang telah dilaksanakan di setiap Komunitas Umat Basis (KUB) selama bulan Mei.
Baca juga: Umat Kuasi Paroki Santo Andreas Lasiana Kupang Tutup Bulan Maria di Taman Ziarah Oebelo
Misa penutupan ini dipimpin oleh Pastor Paroki, RD. Dus Bone, dilanjutkan dengan Doa Novena. Umat hadir dengan antusias, memenuhi halaman kapela dalam suasana doa dan persaudaraan yang hangat.
Sebelum misa dimulai, patung Bunda Maria diarak dari Kapela Santo Agustinus menuju Kapela St. Paulus Bello sebagai simbol penghormatan kepada Bunda Maria, sang bunda Gereja, perarakan ini merupakan kali pertamanya diadakan perarakan sebelum misa di paroki tersebut.
Usai kegiatan, RD. Dus Bone menjelaskan, penutupan Bulan Maria bukanlah akhir dari devosi kepada Bunda Maria, melainkan kelanjutan dalam bentuk doa-doa pribadi dan keluarga.
“Menutup seluruh rangkaian doa bersama di seluruh KUB Paroki Fransiskus Asisi Kolhua, tapi untuk doa Rosario kita tidak tutup karena dilanjutkan dalam keluarga masing-masing atau secara pribadi,” ungkap RD. Dus Bone.
Baca juga: Rayakan Natal dan Tahun Baru, Paroki Fransiskus Asisi Kolhua Gelar Pengobatan Gratis dan Donor Darah
RD. Dus Bone menyampaikan rasa syukurnya atas semangat dan keterlibatan umat selama Bulan Maria.
“Saya sebagai pastor paroki bangga karena misa penutupan pada sore hari ini, apalagi lokasinya di gua Maria dengan view yang sangat bagus dan persaudaraan begitu kompak. Semoga hal ini tetap abadi seperti dua sosok dalam Injil kita tadi, yaitu Maria dan Elisabet. Ketika mengalami perjumpaan, yang hadir adalah sukacita. Kita harus meneladani hal tersebut.” kata RD. Dus Bone.
RD. Dus Bone menilai keterlibatan umat selama bulan devosi kepada Bunda Maria sangat luar biasa.
“Umat begitu kompak dan luar biasa. Hal itulah yang kita harapkan, supaya tetap membangun persekutuan dan persaudaraan sebagaimana jemaat perdana; mereka berkumpul, berdoa, dan saling memperhatikan,” tambah RD. Dus Bone.
RD. Dus Bones menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi devosi kepada Bunda Maria.
“Harapan saya, doa Rosario tidak hanya dilakukan saat Bulan Rosario namun juga dilakukan di keluarga dan secara pribadi. Saya menghimbau, umat Katolik, tradisi Doa Rosario itu tetap dijaga sejak dahulu kala hingga selamanya. Walaupun dengan pesatnya teknologi, kita tetap berdevosi kepada Bunda Maria. Ingat, kita hidup lahir dari seorang bunda. Bunda Maria tidak pernah menolak permintaan kita,” tegas RD. Dus Bone. (uge/uan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Harga Emas Naik Tipis, Galeri24 dan Antam Rilis Daftar Terbaru Periode 9 April 2026 |
|
|---|
| Kota Kupang Disiapkan Jadi Role Model Pengelolaan Sampah di NTT |
|
|---|
| Unit Kamsel Satlantas Polresta Kupang Kota Gencar Edukasi, Imbau Pelajar Tidak Berkendara Tanpa SIM |
|
|---|
| Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo Sebut Paskah Momentum Perkuat Integritas Pelayanan Publik |
|
|---|
| Rutan Kupang Perketat Pengawasan, Geledah Blok Hunian Bersama TNI-Polri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bulan-maria-1.jpg)