Opini
Opini: Warta Perdamaian dari Vatikan
Upacara sakral ini bukan hanya seremoni, tapi juga pesan mendalam tentang kekuasaan, kerendahan hati, dan kontinuitas Gereja.
Oleh: Fary Francis
Utusan Khusus Presiden RI Prabowo Subianto
POS-KUPANG.COM, VATIKAN - Hari ini Minggu 18 Mei 2025, saya bersama rombongan dari Indonesia yang diutus Presiden Prabowo mengikuti dan menyaksikan acara pelantikan Paus Leo XIV di lapangan Santo Petrus, Vatikan.
Upacara sakral ini bukan hanya seremoni, tapi juga pesan mendalam tentang kekuasaan, kerendahan hati, dan kontinuitas Gereja.
Upacara ini menandai dimulainya masa kepemimpinannya sebagai Uskup Roma dan Pemimpin Gereja Katolik secara resmi. Saya merasa terberkati berada dalam suasana yang membahagiakan ini.
Aneka Simbol
Yang menarik untuk saya dan mungkin juga bagi yang hadir secara langsung di jantung Vatikan adalah simbol-simbol yang melekat dan menjadi bagian dari eksistensi seorang Paus Leo XIV.
Salah satu simbol paling penting dalam pelantikan ini adalah pallium. Pallium adalah selendang wol putih dengan lima salib merah yang dikenakan di bahu Paus sebagai lambang misi pastoralnya, yaitu menggembalakan umat.
Pallium ini dibuat dari wol dua ekor anak domba yang diberkati dan dirajut oleh para biarawati Benediktin di Roma.
Simbol ini mengingatkan akan pengorbanan Kristus dan tanggung jawab Paus untuk menggembalakan umat dengan kasih dan pengorbanan.
Simbol lain adalah cincin nelayan atau fisherman’s ring yang melambangkan kekuasaan apostolik Paus sebagai penerus Santo Petrus.
Terbuat dari emas murni dan diukir dengan gambar perahu Santo Petrus yang merupakan rasul yang dianggap sebagai paus pertama serta nama Paus baru.
Dikenakan di jari manis tangan kiri Paus, cincin nelayan melambangkan otoritas apostolik dan warisan langsung dari Petrus.
Dalam perayaan misa yang penuh hikmat itu, kami bisa menyaksikan prosesi pelantikan Paus yang dimulai dengan penghormatan para kardinal di Altar Pengakuan.
Kemudian Paus mencium altar, mengayunkan dupa, dan kemudian turun ke makam Santo Petrus untuk doa singkat. Setelah itu, pallium dan cincin diambil dari relikui dan diletakkan di altar utama.
Lalu Paus Leo XIV menerima pallium dan cincin tersebut dari kardinal protodiakon yang menandai penerimaan tugas sebagai gembala Gereja Katolik sedunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Fary-di-Roma.jpg)