Timor Tengah Utara Terkini

Kepala BPBD Sebut Panjang Fenomena Patahan Tanah di Desa Naob Capai Dua Kilometer 

Kepala BPBD Kabupaten TTU , Octho Nule menyebut panjang patahan tanah di Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur capai dua kilometer.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Apolonia Matilde
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
WARGA - Warga saat berada di lokasi patahan tanah di RT 004, Oepope, Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten TTU 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timor Tengah Utara, Octho Nule menyebut panjang patahan tanah di Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten TTU, mencapai dua kilometer. 

Panjang patahan tanah ini diketahui setelah pihak BPBD melakukan survei di lapangan.

"Dari mulut bendungan Haekto itu sampai ke pemukiman warga sekitar dua kilometer," ujarnya, Kamis, 15 Mei 2025.

Ia menyebut sebanyak 10 unit rumah yang berada di sekitar lokasi bencana dimana tiga unitnya telah rusak. Keluarga yang menghuni tiga unit rumah yang rusak dan berada di lokasi berbahaya itu telah mengungsi.

Sementara tujuh kepala keluarga lainnya masih menetap di lokasi ini. Meskipun demikian, tujuh unit rumah lainnya juga terancam mengalami hal serupa jika dalam waktu dekat terjadi hujan lebat di sekitar lokasi ini.

"Kalau hujan lebat terjadi lebih dari satu atau dua jam itu rawan sekali. Karena itu hanya menunggu saja," bebernya.

BPBD Kabupaten TTU, kata Octho, telah menyarankan masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi untuk mengungsi sementara waktu jika hujan lebat terjadi di wilayah tersebut.

Lokasi patahan tanah ini cukup jauh dengan jarak sekitar 40 sampai 50 meter dari bantaran kali. Titik patahan tersebut, lanjutnya, padat vegetasi.

Meskipun demikian, untuk fenomena alam ini hanya bisa dipastikan oleh pihak geologi. Pemkab TTU telah menyerahkan bantuan sembako kepada para korban terdampak patahan tersebut. 

Sebelumnya diberitakan, pemukiman warga Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terdampak bencana patahan tanah. Pergerakan tanah yang labil menyebabkan retakan besar terjadi di sekitar pemukiman warga.

Seorang warga Desa Naob bernama, Elkana Metkono mengatakan, sebanyak 3 rumah warga yang terdampak langsung patahan tanah tersebut. Sementara sejumlah rumah warga lainnya juga terancam patahan tanah tersebut.

Menurutnya, saat ini tiga kepala keluarga ini telah mengungsi dari rumah mereka. Tiga KK tersebut mengungsi karena patahan tanah tersebut melanda rumah mereka.

"Rumah tiga kepala keluarga ini patahan sudah kena mereka punya rumah. Halaman depan rumah sudah kena patahan," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved