Rote Ndao Terkini

BBKSDA NTT Lepasliarkan Kura-kura Leher Ular Rote di Danau Lendeoen dan Danau Ledulu

BBKSDA NTT lepasliarkan Kura-kura leher ular Rote yang sudah terancam punah ke habitat aslinya di Danau Lendeoen dan Danau Ledulu.

POS KUPANG/HO
LEHER ULAR - Kura-kura leher ular 

POS-KUPANG.COM, BA'A -  Dengan sinergi ini, diharapkan kura-kura rote dapat kembali berkembang biak secara alami di habitat aslinya serta memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi satwa endemik dari ancaman perburuan, perdagangan ilegal, dan kerusakan habitat. 

SEBANYAK 10 kura-kura leher ular rote dilepasliarkan ke habitat aslinya di Danau Lendeoen dan Danau Ledulu, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao. 

Kura-kura leher ular rote itu dilepaskan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT, bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-IP), Mandai Nature, dan kelompok masyarakat Rote Ndao. 

Kepala BBKSDA NTT, Adhi Nurul Hadi, memerinci bahwa 10 kura-kura leher ular rote yang dilepaskan itu terdiri dari delapan ekor jantan dan dua ekor betina. 

Kura kura leher ular 4
LEHER ULAR - Kura-kura leher ular


"10 kura-kura leher ular rote yang dilepas itu telah melalui seleksi kesehatan dan kesiapan individu," kata Adhi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (10/5).

Lima ekor, lanjut dia, dilepas di Danau Lendeoen dan lima lainnya di Danau Ledulu.

Selain pelepasan, tim juga terlibat dalam aktivitas rutin monitoring kura-kura rote, seperti pengukuran kualitas air, pengukuran fisik kura-kura, eradikasi musuh alami, serta patroli sekitar danau. 

"Kegiatan ini melibatkan BBKSDA NTT, WCS-IP, dan kelompok masyarakat (Kelompok Papadak)," ujar dia.

Menurutnya, kegiatan ini menandai langkah penting dalam upaya penyelamatan kura-kura rote, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat. 

HABITAT ASLI - Kura-kura leher ular rote dilepasliarkan ke habitat aslinya Danau Lendeoen dan Danau Ledulu, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, NTT, beberapa waktu lalu. 
HABITAT ASLI - Kura-kura leher ular rote dilepasliarkan ke habitat aslinya Danau Lendeoen dan Danau Ledulu, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, NTT, beberapa waktu lalu.  (KOMPAS.COM/HO-DOK BBKSDA NTT)


Dengan sinergi ini, diharapkan kura-kura rote dapat kembali berkembang biak secara alami di habitat aslinya serta memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi satwa endemik dari ancaman perburuan, perdagangan ilegal, dan kerusakan habitat. 

Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, mengapresiasi upaya konservasi ini.

Apremoi Dudelusy Dethan menekankan pentingnya peran aktif masyarakat melalui kelompok kerja kolaboratif yang telah dibentuk oleh BBKSDA NTT dan WCS-IP. 

"Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga berkomitmen untuk mengembangkan potensi wisata di Danau Lendeoen dan Danau Ledulu, sekaligus memulihkan danau-danau lain sebagai habitat kura-kura rote," ujar Apremoi Dudelusy Dethan. (kompas.com)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved