Konflik India Pakistan

Ketegangan Meningkat, Pakistan Serang Balik Perbatasan India 

Serangan balasan yang merespon serangan 7 Mei militer India itu membuat ketegangan antara India dan Pakistan meningkat. 

Editor: Ryan Nong
AFP/PUNIT PARANJPE via KOMPAS.COM
Kepulan asap terlihat setelah serangan artileri menyasar distrik Poonch di wilayah Jammu, India, Rabu, 7 Mei 2025. Saat perang India-Pakistan awal mula berkecamuk, delapan orang tewas dan 29 luka-luka. Penelitian Telah Meramalkan Perang India-Pakistan pada 2025, Seperti Apa Jadinya? 

POS-KUPANG.COM, PATHANKOT - Angkatan bersenjata Pakistan melancarkan serangan balasan menggunakan pesawat nirawak (drone) dan amunisi lainnya di sepanjang perbatasan barat India, pada Kamis (8/5/2025) malam hingga Jumat dini hari. 

Serangan balasan yang merespon serangan 7 Mei militer India itu membuat ketegangan antara India dan Pakistan meningkat. 

Serangan tersebut, menurut tentara India, merupakan bagian dari eskalasi konflik yang semakin intens antara kedua negara tetangga yang juga memiliki senjata nuklir

Dikutip dari Kompas yang melansir Reuters, konflik tersebut bermula setelah India serang Pakistan pada Rabu kemarin, yang disebut sebagai tempat persembunyian kelompok bersenjata. 

Serangan ini merupakan balasan atas serangan yang menewaskan sejumlah wisatawan Hindu di Kashmir India bulan lalu.

Pakistan membantah keterlibatannya dalam serangan tersebut, namun kedua negara telah terlibat baku tembak lintas perbatasan, serta saling meluncurkan drone dan rudal ke wilayah udara masing-masing.

Akibat kekerasan tersebut, lebih dari 40 orang tewas.

Serangan ini menandai pertempuran paling mematikan sejak konflik terbatas di wilayah Kargil, Kashmir pada 1999.

Ini juga merupakan serangan pertama terhadap kota-kota di provinsi Pakistan yang terletak di luar Kashmir sejak perang besar antara India dan Pakistan pada tahun 1971.

Tentara India melaporkan, pasukan Pakistan telah melanggar gencatan senjata berkali-kali di sepanjang perbatasan de facto kedua negara di wilayah Kashmir, yang terbagi antara India dan Pakistan tetapi diklaim sepenuhnya oleh keduanya.

"Serangan pesawat nirawak berhasil dipukul mundur, dan kami akan memberikan balasan yang tegas terhadap pelanggaran gencatan senjata ini," kata pernyataan tentara India.

Sementara itu, Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, menanggapi klaim tentara India tersebut dengan mengatakan, pernyataan India "tidak berdasar dan menyesatkan".

Ia menegaskan bahwa Pakistan tidak melakukan "tindakan ofensif" apapun yang menargetkan wilayah Kashmir India atau wilayah perbatasan.

Pada Kamis malam, Pasukan Keamanan Perbatasan India melaporkan, upaya penyusupan besar-besaran oleh pihak Pakistan di wilayah Samba, Kashmir, berhasil digagalkan.

Penembakan artileri berat juga dilanjutkan di wilayah Uri pada Jumat, menyebabkan beberapa rumah terbakar dan kerusakan parah. Seorang wanita dilaporkan tewas dan tiga orang lainnya terluka dalam insiden tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved