Wacana Pergantian Wapres

Wacana Pergantian Wapres Gibran, Jokowi Ingatkan Proses Pemakzulan Tahapan Panjang

Ayah Gibran Rakabuming Raka, Joko Widodo (Jokowi) menanggapi wacana pencopotan anaknya dari posisi Wakil Presiden.

Editor: Alfons Nedabang
KOMPAS.COM/FRISTIN INTNA SULISTYOWATI
JOKOWI - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), saat ditemui di kediamannya Kota Solo, Jawa Tengah, pada Selasa (17/12/2024) sore. 

POS-KUPANG.COM, SOLO - Ayah Gibran Rakabuming Raka, Joko Widodo (Jokowi) menanggapi wacana pencopotan anaknya dari posisi Wakil Presiden.

Wacana ini pertama kali dimunculkan Forum Purnawirawan TNI-Polri. Mereka mengusulkan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk mencopot Gibran.

Presiden ke-7 RI ini mengatakan bahwa wacana pencopotan tersebut merupakan bentuk apresiasi dari masyarakat Indonesia.

"Sebuah aspirasi, sebuah usulan ya boleh-boleh saja dalam negara demokrasi seperti kita," ungkapnya saat ditemui di Kota Solo pada Senin (5/5/2025).

Jokowi menegaskan bahwa pemilihan Gibran sebagai pendamping Presiden Prabowo Subianto telah melalui proses yang sah. 

"Ya itu semua orang sudah tahu bahwa pak Presiden Prabowo Subianto dan pak Wapres Gibran Rakabuming Raka sudah mendapatkan mandat dari rakyat lewat pemilihan umum," paparnya.

Baca juga: Surya Paloh dan Ganjar Bela Gibran, Isu Pemakzulan Dianggap Kurang Relevan

Terkait anggapan bahwa Gibran telah menyalahi konstitusi, Jokowi menilai tuduhan tersebut tidak berdasar.

"Itu semuanya kan sudah berproses semuanya. Sudah ada gugatan berapa kali," jelasnya.

Jokowi juga mengingatkan bahwa proses pemakzulan harus melalui tahapan yang panjang, dimulai dari usulan MPR dan kemudian harus melewati Mahkamah Konstitusi (MK).

"Melalui MPR harus lewat MK. Kembali lagi ke MPR, saya kira. Proses konstitusinya seperti itu," tambahnya.

Ia menggarisbawahi bahwa tindakan korupsi dan pelanggaran lainnya harus dilihat berdasarkan ketentuan konstitusi.

"Sebenarnya, ya kan kalau korupsi berbuat tercela dan yang lain-lainnya sesuai konstitusi saja. Dilihat di konstitusi kita sudah jelas dan gamblang," lanjutnya.

Ketika ditanya apakah ia telah berkomunikasi dengan Gibran mengenai wacana tersebut, Jokowi mengaku belum membicarakannya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved