Aneh Tapi Nyata

Lima Orang Selamat saat Pesawat Mendarat Darurat di Rawa Penuh Buaya

Begitu pesawat mendarat darurat dan terbalik, kelima penumpang memanjat ke atas badan pesawat untuk menghindari air yang dipenuhi buaya.

|
Editor: Dion DB Putra
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI - Lima orang di Bolivia  selamat setelah pesawat yang mereka tumpangi mendarat darurat di sebuah rawa penuh buaya di tengh hutan Amazon. 

POS-KUPANG.COM - Nasib baik dialami lima orang di Bolivia  yang terdiri dari tiga perempuan, seorang anak, dan pilot. 

Mereka  selamat setelah pesawat yang mereka tumpangi mendarat darurat di sebuah rawa penuh buaya di tengh hutan Amazon

Sebelum diselamatkan nelayan setempat, kelima orang tersebut bertahan hidup selama 36 jam di atas bangkai pesawat.

Dilansir AFP, Sabtu (3/5/2025), kejadian ini bermula saat pesawat kecil bermesin tunggal yang mengangkut tiga wanita, seorang anak, dan pilot Andres Velarde, terbang dari kota Baures, Bolivia, menuju Trinidad. 

Saat berada di udara, pesawat tiba-tiba mengalami masalah dan terjatuh di rawa-rawa. 

"Saya mencari tempat terbuka untuk mendarat, tapi satu-satunya pilihan adalah rawa, dekat sebuah laguna," ujar Velarde dari ranjang rumah sakit. 

Begitu pesawat mendarat darurat dan terbalik, kelima penumpang memanjat ke atas badan pesawat untuk menghindari air yang dipenuhi buaya.

"Kami dikelilingi buaya, ada yang hanya tiga meter dari kami. Kami juga melihat seekor anaconda," ungkap Velarde. 

Ia menduga bau kerosin yang bocor dari pesawat membantu menjauhkan para predator ganas itu dari mereka. 

Tanpa makanan dan air bersih, mereka bertahan hidup hanya dengan sedikit tepung singkong yang dibawa oleh salah satu penumpang. 

"Kami tidak bisa minum air, dan tidak bisa bergerak ke mana-mana karena buaya," katanya. 

Mereka akhirnya ditemukan oleh nelayan setempat yang kemudian memberi tahu tim penyelamat. 

Wilson Avila, direktur pusat operasi darurat wilayah Beni, mengatakan kelima korban ditemukan dalam kondisi sangat baik. 

Wilayah Beni dikenal memiliki akses jalan yang sangat terbatas, sehingga warga setempat sering mengandalkan taksi udara sebagai moda transportasi utama. 

Kelima korban kini menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut di rumah sakit. (*)

Sumber: Kompas.com

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved