Aneh Tapi Nyata
Wanita di Australia Melahirkan Anak Orang Lain
Fasilitas Monash IVF berlokasi di Brisbane, Queensland. Pihak klinik menyebut kesalahan tersebut murni kelalaian manusia.
POS-KUPANG.COM, BRISBANE – Gara-gara keteledoran manajemen klinik fertilitas, seorang wanita di Australia melahirkan anak orang lain.
Hal ini terjadi lantaran petugas klinik Monash IVF secara tidak sengaja menanamkan embrio milik pasien lain ke dalam tubuh Wanita tersebut.
Sang wanita melahirkan anak yang bukan berasal dari embrio miliknya.
Fasilitas Monash IVF berlokasi di Brisbane, Queensland. Pihak klinik menyebut kesalahan tersebut murni kelalaian manusia.
"Atas nama Monash IVF, saya ingin menyampaikan betapa saya benar-benar minta maaf atas apa yang telah terjadi," ujar CEO Monash IVF, Michael Knaap, dikutip dari BBC (10/4/2025).
Knaap mengatakan, seluruh staf klinik merasa terpukul atas insiden ini.
Kesalahan terungkap pada Februari 2025, ketika orangtua biologis dari embrio tersebut meminta pemindahan sisa embrio beku mereka ke klinik lain.
Saat itulah, Monash IVT menyadari telah terjadi kesalahan pencairan dan penanaman embrio kepada pasien yang tidak tepat.
Monash IVF mengonfirmasi bahwa embrio dari pasien lain secara keliru dicairkan dan ditanamkan ke rahim wanita yang salah, kemudian melahirkan bayi dari embrio tersebut.
Menanggapi insiden ini, pihak klinik mengaktifkan tim manajemen krisis dan mulai menemui pasien-pasien terdampak untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung serta memberikan dukungan yang diperlukan.
Selain itu, insiden tersebut telah dilaporkan kepada sejumlah regulator, termasuk Komite Akreditasi Teknologi Reproduksi.
Monash IVF juga secara sukarela melaporkan kasus ini kepada badan pengawas teknologi reproduksi berbantuan yang baru dibentuk di Queensland.
Ini bukan kali pertama Monash IVF menghadapi kontroversi besar. Tahun lalu, klinik yang sama harus membayar ganti rugi sebesar 56 juta dollar Australia (sekitar Rp 594,6 miliar) kepada sekitar 700 mantan pasien dalam kasus gugatan kelompok.
Gugatan itu berkaitan dengan kesalahan dalam pengujian genetik embrio, menyebabkan embrio yang sebenarnya masih bisa menghasilkan kehamilan, tetapi dihancurkan.
Dalam laporan penyelesaian kasus tersebut, sekitar 35 persen embrio yang diuji sebenarnya dalam kondisi normal, tetapi dianggap tidak layak akibat pemeriksaan yang keliru.
| Perusahaan China Pecat Karyawan Karena tak Ikut Makan-makan di Kantor |
|
|---|
| Ibu di China Melahirkan Anak pada Usia 59 Tahun |
|
|---|
| Insiden Langka, Pemain Sirkus Berpengalaman Tewas Terjatuh dari Ketinggian 4 Meter |
|
|---|
| Pegulat Asal Mesir Tarik Kapal Seberat 700 Ton dengan Giginya |
|
|---|
| Yaditi Kava Heran Hanya Parkir Dua Jam Tapi Bayar Rp 101 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ilustrasi-bayi-112.jpg)