Jumat, 10 April 2026

Konklaf 2025

Hasil Konklaf Tak Dapat Diprediksi, 80 Persen Kardinal Berasal dari Luar Eropa

Pertemuan kelima mereka pada Senin pagi (28/4/2025)  kemungkinan besar  menghasilkan keputusan mengenai tanggal konklaf. 

|
Editor: Dion DB Putra
VATICANNEWS.VA
PARA KARDINAL (ARSIP) - Para Kardinal mengambil bagian dalam Misa Krisma di Vatikan pada hari Kamis Putih 6 April 2023. Para kardinal dari seluruh dunia menggelar rapat hari ini, Senin (28/4/2025) untuk menetapkan tanggal pelaksanaan konklaf. 

POS-KUPANG.COM, VATIKAN – Sebagaimana lazimnya, hasil konklaf tahun 2025 ini tak dapat diprediksi. Belum tentu nama kandidat yang telah beredar luas akan terpilih sebagai Paus penerus Paus Fransiskus.

Sementara itu, sebanyak 80 persen dari kardinal elektor berasal dari luar benua Eropa.

Kabar teranyar dari Vatikan menyebutkan, para kardinal pada hari ini, Senin (28/4/2025) akan rapat untuk menentukan tanggal konklaf

Para kardinal yang merupakan pemimpin Gereja Katolik dari berbagai penjuru dunia telah berkumpul di Vatikan sejak Paus asal Argentina tersebut meninggal pada 21 April 2025. 

Konklaf kali ini diprediksi melahirkan kejutan. "Saya yakin bahwa jika Fransiskus adalah paus yang penuh kejutan, konklaf ini juga akan demikian, karena sama sekali tidak dapat diprediksi," ungkap Kardinal asal Spanyol, Jose Cobo, dalam wawancara yang diterbitkan pada Minggu (27/4/2025). 

LUIS ANTONIO TAGLE - Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina, disebut-sebut sebagai calon pengganti Paus Fransiskus.
LUIS ANTONIO TAGLE - Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina, disebut-sebut sebagai calon pengganti Paus Fransiskus. (KOMPAS.COM)

"Dalam konklaf sebelumnya, Anda dapat melihat ke mana arahnya, namun kali ini banyak kardinal berasal dari luar Eropa dan beberapa bahkan belum pernah bertemu sebelumnya," jelas dia, dikutip dari AFP.

Paus Fransiskus dimakamkan pada Sabtu (26/4/2025) dengan upacara yang dihadiri kurang lebih 400.000 orang di Lapangan Santo Petrus dan sekitarnya, termasuk bangsawan, pemimpin dunia, serta peziarah biasa. 

Pada Minggu (27/4/2025), ribuan orang berkumpul di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma untuk melihat makam marmer Paus, yang memilih dimakamkan di luar tembok Vatikan. 

Dengan ketegangan serta krisis diplomatik yang berlangsung di seluruh dunia, Kardinal Italia Pietro Parolin dianggap oleh banyak pihak sebagai kandidat utama untuk menggantikan Paus Fransiskus

Bandar taruhan Inggris, William Hill, menempatkannya sedikit lebih unggul dibandingkan Luis Antonio Tagle, Uskup Agung Emeritus Manila, diikuti oleh Kardinal Peter Turkson dari Ghana. 

Selain itu, ada nama-nama lain yang turut memperebutkan posisi ini, seperti Pierbattista Pizzaballa, Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Robert Sarah dari Guinea, dan Matteo Zuppi, Uskup Agung Bologna. 

Pemilihan Paus yang tepat 

Ricardo Cruz, seorang spesialis data asal Filipina, yang hadir untuk melihat makam Fransiskus pada Minggu (27/4/2025), mengungkapkan harapannya. 

"Sebagai seorang Filipina, saya berharap paus berikutnya berasal dari Asia, namun sebagai seorang Katolik, saya hanya berharap kardinal memilih paus yang tepat," katanya. 

Paus Fransiskus dikenal dengan upayanya menciptakan Gereja yang lebih inklusif dan penuh kasih. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved