Rabu, 3 Juni 2026

NTT Terkini

Empat Program Prioritas Cepat Pemkab Sumba Timur Sasar Persoalan Dasar 

Alokasinya sudah kita rancang mungkin tiga miliar dulu khusus untuk orang-orang muda di tahun pertama, kita usahakan masuk dalam perubahan ini. 

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
PODCAST POS KUPANG - Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali dan Ketua DPRD Sumba Timur, Umbu Aldy Rihi bersama host jurnalis Pos Kupang, Ryan Nong dalam Podcast Pos Kupang, Jumat (25/4/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, S.T M.T., mengungkapkan empat program prioritas cepat yang menyasar persoalan mendasar di Kabupaten Sumba Timur. 

Hal ini diungkapkan mantan Wakil Bupati Sumba Timur periode 2016-2021 ini dalam Podcast Pos Kupang bersama Ketua DPRD Sumba Timur, Umbu Aldy Rihi, Jumat, 25/04/2025. 

Seperti apa program yang dicanangkan tersebut, berikut cuplikan wawancara eksklusif bersama Pos Kupang. 


Apakah akan ada perbedaan pendekatan kemarin dan hari ini? 

ULP : Terkait dengan pola pendekatan saya rasa style itu Tuhan sudah berikan pada kita masing-masing dengan gaya kita. Kalau kita berusaha untuk merubah style itu terkesan tidak alami lagi. Masyarakat cenderung akan merasa ini kok seperti bukan orangnya.

Baca juga: Bupati Sumba Timur Hapus PBB di Bawah Rp 50 Ribu dan Siapkan Beasiswa untuk 500 Orang

Jadi kalau style saya rasa tetap, yang penting adalah bagaimana kita tetap punya komitmen pada tahun-tahun yang diberikan saat ini. Kalau yang lalu tanggung jawab sebagai Wakil Bupati, tugas utamanya adalah membantu Bupati dalam hal eksekusi kebijakan kemudian bagaimana mengawal kebijakan itu, kemudian juga memberikan saran, masukan, tetapi saat ini kita sudah dipercayakan sebagai pemimpin yang tanggung jawabnya adalah memutuskan, melaksanakan dan mendengar masukan dari bawah. Itu saya rasa hal yang sedikit berbeda yang tentu kita harus melakukan tanggung jawab itu tetapi tetap dalam sebuah style yang saya rasa tidak usah kita rubah-rubah, tetap saja seperti ini, yang paling penting komitmen kita dalam tanggung jawab yang diberikan saat ini. 


Jadi masyarakat bisa bilang ini seperti orang orang lama yang kami kenal? 


Ya, seperti itu. Mungkin karena itu jadi dipilih. 


Seperti apa chemistry yang dibangun dengan Wakil Bupati? 


Memang menarik. Kalau ngomong tentang politik, saya dengan pak Yonathan Hani, wakil saya sekarang ini dari 2020 kami berlawanan. Beliau adalah ketua pemenangan paket sebelah, saya paket yang dikalahkan waktu itu. 

Kemudian dalam perjalanan, komitmen tadi yang saya katakan, kita tetap ada dalam niat melihat daerah ini lebih baik dengan pengalaman yang kita miliki, dengan posisi kita saat masuk dalam ajang kontestasi itu kita ada dalam dunia politik.

Baca juga: BI NTT Bersama Pemda Sumba Timur Sinergi Optimalkan Potensi Ekonomi Lokal 

Beliau Ketua Partai Nasdem, saya ketua Partai Golkar. Dalam semangat itulah kita sama-sama melihat bahwa perlu ada suatu hal yang baru yang kita tawarkan pada publik dan masyarakat bahwa ada pilihan lain dalam kontestasi pilkada kemarin dan kami sama-sama sepakat untuk maju dalam kontestasi itu dan mungkin karena latar belakang kita sama-sama pimpinan partai, orangnya juga sudah tahu seperti apa ini politik jadi perjalanannya baik-baik saja sampai kita bisa menang dalam kontestasi kemarin. Kalau bicara tentang chemistry ya kita ada lah dan saya rasa bukan perjalanan yang mudah hampir setahun ini apalagi kita ada dalam suasana ajang kontestasi yang dinamis saat itu, kita harus memadukan antara tim yang kemarin berbeda, harus ada dalam tim yang bergerak bersama dan semuanya berjalan dengan baik. 


Pak ketua DPRD bagaimana anda melihat dua sosok pemimpin Sumba Timur sebagai orang di sebelah yang akan memantau dan mengawasi kepemimpinan lima tahun kedepan? 


UAR : Baik. Saya langsung saja, kalau dilihat untuk dua bulan ini secara harafiah saya rasa meskipun saya lawan politik tapi kedua figur ini tidak pernah memikirkan anda adalah lawan anda adalah musuh, tapi bagaimana beliau berdua itu hanya memikirkan karena kita kolega maka kita sama-sama membangun Sumba Timur lebih baik kedepan. 


Tapi setelah kontestasi kemarin, dalam dua bulan berjalan ini bagaimana mengorkestrasi dewan? 


Kalau dalam hal itu secara harafiah kalau kita terlalu memikirkan ego kita yang kasihan ya masyarakat. Di sini mau tidak mau, sekalipun musuh, sekalipun teman, kita sudah berkolega jadi untuk membangun Sumba Timur yang baik maka salah satu ego politik itu perlu juga kita cermati bersama, apa yang menjadi kebijakan pemerintah dan para dewan juga merasa itu pas untuk masyarakat ya kenapa tidak.

Harus didukung, tapi kalau memang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan merugikan masyarakat pasti juga kita kritisi. 

Apa Program prioritas


ULP : Penjabaran dari visi yang kita bagi dalam tiga belas program tetapi kalau bicara program prioritas cepat kita punya empat yang akan kita kejar karena dengan menggerakkan itu, program yang lain akan ikut.

Berangkat dari persoalan utama yaitu masalah kondisi masyarakat kita yang hampir sama di NTT ini khususnya Sumba, masalah kesejahteraan, kemiskinan paling tinggi, tetapi kita juga sadar, kita punya potensi-potensi yang sebetulnya cukup baik untuk kalau kita gerakkan ifu kita fokus pada upaya peningkatan dari sisi produktivitas, persoalan-persoalan mendasar berkaitan dengan bagaimana kita meningkatkan derajat perekonomian masyarakat kita yang banyak di sektor pertanian, peternakan dan nelayan ini bisa terangkat.

Jadi empat prioritas itu yang pertama, Humba Sejahtera, itu karena kita sadar kita punya lahan yang cukup, tetapi kemampuan mengolah dari masyarakat ini yang terbatas, terutama dari sisi kemampuan finansial, pembiayaan, pengolahan.

Jadi selain kita berusaha untuk bagaimana pihak lain juga masuk terlibat dari sisi bantuan pendanaan permodalan awal, biaya pengolahan itu yang paling utama karena banyak petani terjerat juga dengan rentenir. 

Tetapi bersyukur sekarang dengan masuknya lembaga-lembaga keuangan seperti bank dan koperasi. Koperasi ini sangat-sangat membantu seperti koperasi-koperasi yang sudah maju di wilayah Flores, sekarang masuk juga di Sumba, dari sisi permodalan masyarakat banyak dibantu.

Nah kita dari pemerintah juga menganggarkan alokasi untuk bagaimana membantu pengolahan awal lahan pertanian bagi kelompok masyarakat yang masuk kategori miskin, itu bantuan pengolahan untuk setengah hektar per KK. 


Jadi pemerintah membantu petani? 


Membantu petani secara langsung selain perhatian pada pemenuhan kebutuhan bibit. Kalau pupuk sudah disubsidi oleh pemerintah pusat. Itu salah satu, dari sisi program Humba Sejahtera. Kemudian ada Humba Mandiri, Humba Cerdas dan Humba Mengabdi.

Humba Mandiri itu kita orientasi pada kelompok UMKM terutama kelompok orang muda yang memang punya niat sebetulnya tetapi mereka tidak punya wadah dan kurang dari sisi membuka wawasan dan ada dalam komunitas yang bisa menggiring mereka dalam upaya untuk membangun sebuah usaha kecil yang bisa mereka geluti dan kita menyiapkan kedepan ini dari sisi bantuan permodalan dan alat untuk mereka.

Alokasinya sudah kita rancang mungkin tiga miliar dulu khusus untuk orang-orang muda di tahun pertama, kita usahakan masuk dalam perubahan ini. 

Kenapa ini perlu? Karena banyak potensi yang saya katakan tadi, kita sementara juga mengejar agar industri pariwisata kita juga bisa maju.

Baca juga: Gubernur NTT Tinjau Perkebunan dan Pabrik Gula MSM di Sumba Timur

Memang ada beberapa kendala terutama mendatangkan wisatawan dengan harga tiket yang sedikit melambung, tetapi kedepan kita tidak tahu harga itu turun dan kita jangan kaget misalnya wisatawan ada tapi kita tidak siap dari sisi bagaimana menyiapkan peluang itu untuk anak-anak kita bisa ada di industri pariwisata salah satunya. 

Yang berikut Humba Cerdas, kita sadar betul ada keinginan anak-anak kita untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi itu cukup tinggi tetapi kendala utamanya kadang dari sisi pembiayaan jadi upaya bersama itu akan kita lakukan yaitu dengan pemberian beasiswa untuk mereka yang ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi dalam bentuk beasiswa setiap semester, target awal kita ini 500 orang satu tahun dari pemda. 


Disiapkan dana berapa? 


Tiga setengah juta per semester, jadi setahun itu tujuh juta. Kita menargetkan di akhir lima tahun nanti yang kita beasiswa dari semester satu ini sudah jadi sarjana seribu orang, walaupun ada yang masih mengenyam di tingkat awal atau semester menengah.

Harapannya apa? Karena kita sadar betul untuk memanfaatkan potensi yang ada di sekitar kita, kita punya potensi laut yang bagus, punya peternakan juga memungkinkan, kemudian potensi lahan pertanian kita juga cukup kalau bicara swasembada tetapi kemauan dan keinginan serta kemampuan mengolah ini yang masih terbatas baik dari sisi permodalan dan sisi SDM.

Yang bisa kita jawab ini kalau kita ingin maju sebenarnya SDM ini yang kita perhatikan jadi harapan kita dengan makin membaiknya pendidikan, orang makin mampu untuk menangkap peluang yang ada di sekitar dia. (uzu)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved