Selasa, 2 Juni 2026

NTT Terkini

Empat Program Prioritas Cepat Pemkab Sumba Timur Sasar Persoalan Dasar 

Alokasinya sudah kita rancang mungkin tiga miliar dulu khusus untuk orang-orang muda di tahun pertama, kita usahakan masuk dalam perubahan ini. 

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
PODCAST POS KUPANG - Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali dan Ketua DPRD Sumba Timur, Umbu Aldy Rihi bersama host jurnalis Pos Kupang, Ryan Nong dalam Podcast Pos Kupang, Jumat (25/4/2025). 


Tapi setelah kontestasi kemarin, dalam dua bulan berjalan ini bagaimana mengorkestrasi dewan? 


Kalau dalam hal itu secara harafiah kalau kita terlalu memikirkan ego kita yang kasihan ya masyarakat. Di sini mau tidak mau, sekalipun musuh, sekalipun teman, kita sudah berkolega jadi untuk membangun Sumba Timur yang baik maka salah satu ego politik itu perlu juga kita cermati bersama, apa yang menjadi kebijakan pemerintah dan para dewan juga merasa itu pas untuk masyarakat ya kenapa tidak.

Harus didukung, tapi kalau memang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan merugikan masyarakat pasti juga kita kritisi. 

Apa Program prioritas


ULP : Penjabaran dari visi yang kita bagi dalam tiga belas program tetapi kalau bicara program prioritas cepat kita punya empat yang akan kita kejar karena dengan menggerakkan itu, program yang lain akan ikut.

Berangkat dari persoalan utama yaitu masalah kondisi masyarakat kita yang hampir sama di NTT ini khususnya Sumba, masalah kesejahteraan, kemiskinan paling tinggi, tetapi kita juga sadar, kita punya potensi-potensi yang sebetulnya cukup baik untuk kalau kita gerakkan ifu kita fokus pada upaya peningkatan dari sisi produktivitas, persoalan-persoalan mendasar berkaitan dengan bagaimana kita meningkatkan derajat perekonomian masyarakat kita yang banyak di sektor pertanian, peternakan dan nelayan ini bisa terangkat.

Jadi empat prioritas itu yang pertama, Humba Sejahtera, itu karena kita sadar kita punya lahan yang cukup, tetapi kemampuan mengolah dari masyarakat ini yang terbatas, terutama dari sisi kemampuan finansial, pembiayaan, pengolahan.

Jadi selain kita berusaha untuk bagaimana pihak lain juga masuk terlibat dari sisi bantuan pendanaan permodalan awal, biaya pengolahan itu yang paling utama karena banyak petani terjerat juga dengan rentenir. 

Tetapi bersyukur sekarang dengan masuknya lembaga-lembaga keuangan seperti bank dan koperasi. Koperasi ini sangat-sangat membantu seperti koperasi-koperasi yang sudah maju di wilayah Flores, sekarang masuk juga di Sumba, dari sisi permodalan masyarakat banyak dibantu.

Nah kita dari pemerintah juga menganggarkan alokasi untuk bagaimana membantu pengolahan awal lahan pertanian bagi kelompok masyarakat yang masuk kategori miskin, itu bantuan pengolahan untuk setengah hektar per KK. 


Jadi pemerintah membantu petani? 


Membantu petani secara langsung selain perhatian pada pemenuhan kebutuhan bibit. Kalau pupuk sudah disubsidi oleh pemerintah pusat. Itu salah satu, dari sisi program Humba Sejahtera. Kemudian ada Humba Mandiri, Humba Cerdas dan Humba Mengabdi.

Humba Mandiri itu kita orientasi pada kelompok UMKM terutama kelompok orang muda yang memang punya niat sebetulnya tetapi mereka tidak punya wadah dan kurang dari sisi membuka wawasan dan ada dalam komunitas yang bisa menggiring mereka dalam upaya untuk membangun sebuah usaha kecil yang bisa mereka geluti dan kita menyiapkan kedepan ini dari sisi bantuan permodalan dan alat untuk mereka.

Alokasinya sudah kita rancang mungkin tiga miliar dulu khusus untuk orang-orang muda di tahun pertama, kita usahakan masuk dalam perubahan ini. 

Kenapa ini perlu? Karena banyak potensi yang saya katakan tadi, kita sementara juga mengejar agar industri pariwisata kita juga bisa maju.

Baca juga: Gubernur NTT Tinjau Perkebunan dan Pabrik Gula MSM di Sumba Timur

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved