Belu Terkini 

3,4 Ton Jagung Hibrida Hasil Keringat Warga Binaan Lapas Atambua Ludes di Pasaran

Transaksi penjualan dilakukan langsung di gudang PT. Kuda Laut Timor, dan dihadiri oleh Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Andra Sukabir bersama stafnya

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
JAGUNG HIBRIDA - Sebanyak 3.425 kilogram jagung hibrida yang dipanen dari lahan pertanian dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua ludes diborong oleh PT. Kuda Laut Timor, Sabtu (19/04/2025) lalu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Sebanyak 3.425 kilogram jagung hibrida yang dipanen dari lahan pertanian dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua ludes diborong oleh PT. Kuda Laut Timor, Sabtu (19/04/2025) lalu. 

Jagung hibrida tersebut hasil kerja keras Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). 

Transaksi penjualan dilakukan langsung di gudang PT. Kuda Laut Timor, dan dihadiri oleh Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Andra Sukabir, bersama stafnya Yohanis Bety. 

Dalam keterangannya yang diterima Pos Kupang, Selasa (22/4/2025), Andra menyampaikan bahwa keberhasilan ini menunjukkan peran aktif WBP dalam pembangunan, meski berada di balik tembok pemasyarakatan.

“Jagung sebanyak 3.425 kg ini hasil kerja keras WBP ludes terjual. Ini bentuk nyata kontribusi warga binaan dalam pembangunan nasional. Sebanyak 15 persen dari hasil penjualan disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” jelas Andra.

Baca juga: Semarak HBP Ke-61, Lapas Atambua Buka Pekan Olahraga dan Seni

Ia menambahkan, dari hasil penjualan, 50 persen keuntungan akan dibagikan kepada WBP sebagai upah atau premi, guna memotivasi mereka agar terus berkarya dan produktif.

Salah satu WBP berinisial AP, mengungkapkan kebanggaannya atas hasil kerja tersebut.

“Kami merasa senang dan bangga karena hasil panen kami melimpah dan berkualitas. Kami bersyukur bisa memberi kontribusi bagi negara, apalagi kami akan menerima upah dari hasil ini. Terima kasih kepada Lapas Atambua yang terus membimbing kami,” ucapnya. 

Sementara itu, Kalapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menegaskan program ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional yang dirumuskan dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto dan dijabarkan melalui Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto pada poin kedua, yaitu pemberdayaan Warga Binaan dibidang ketahanan pangan.

“Penjualan ini adalah wujud nyata pemberdayaan WBP dalam bidang ketahanan pangan, sesuai poin kedua dari program akselerasi. Kami berharap ini juga mampu mengubah stigma negatif terhadap mantan narapidana atau Ex Napi menjadi citra positif yang dapat dibanggakan masyarakat,” kata Hendra. (gus) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved