Jumat, 10 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 17 April 2025, "Saling Membasuh Kaki"

Membasuh kaki adalah salah satu bukti paling nyata kasih yang penuh korban yang ditunjukkan Yesus dan harus menjadi sebuah pola dalam kebersamaan para

Editor: Eflin Rote
DOK PRIBADI
Br. Pio Hayon, SVD. 

Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD
Hari Kamis Putih (misa sore)
Kamis,  17  April  2025.  
Bacaan I: Kel. 12: 1-8.11-14
Bacaan II: 1Kor. 11: 23-26
Injil:  Yoh. 13: 1-15

“Saling Membasuh Kaki”

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua. Perjamuan malam terakhir Yesus dan para murid pada perayaan Kamis putih ditandai dengan sebuah sikap kerendahan hati dalam kasih yang besar.

Membasuh kaki adalah salah satu bukti paling nyata kasih yang penuh korban yang ditunjukkan Yesus dan harus menjadi sebuah pola dalam kebersamaan para muridNya. 

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pada perayaan Kamis Putih ini, kita merenungkan bacaan dari Keluaran 12:1-8, 11-14; 1 Korintus 11:23-26; dan Yohanes 13:1-15.

Tema besar yang muncul adalah "Saling Membasuh Kaki," yang mengajak kita untuk memahami makna pelayanan dan pengorbanan dalam konteks kasih Kristus. Dalam bacaan Pertama: Keluaran 12:1-8, 11-14, kita melihat perintah Tuhan kepada bangsa Israel untuk merayakan Paskah.

Mereka diminta untuk mengorbankan anak domba dan menggunakan darahnya sebagai tanda perlindungan. Perayaan ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi merupakan pengingat akan keselamatan yang diberikan Tuhan kepada umat-Nya.

Paskah menjadi simbol penebusan dan pengharapan bagi umat Israel, yang juga mengarah kepada pengorbanan Yesus di kayu salib. Dalam bacaan kedua: 1 Korintus 11:23-26, Paulus mengingatkan jemaat di Korintus tentang perjamuan malam terakhir yang diadakan Yesus.

Dalam perjamuan ini, Yesus mengambil roti dan anggur, yang melambangkan tubuh dan darah-Nya, dan memerintahkan para murid untuk melakukannya sebagai peringatan akan pengorbanan-Nya. 

Ini menunjukkan bahwa Ekaristi adalah pusat iman Kristen, di mana kita diundang untuk berpartisipasi dalam misteri keselamatan yang diberikan oleh Kristus. Pada akhirnya dalam bacaan Injil: Yohanes 13:1-15,  Yohanes menggambarkan momen yang sangat intim dan penuh makna, di mana Yesus membasuh kaki para murid-Nya. Tindakan ini bukan hanya sekadar pelayanan, tetapi juga merupakan pengajaran tentang kerendahan hati dan cinta.

Yesus, yang adalah Guru dan Tuhan, mengambil posisi sebagai hamba, menunjukkan bahwa yang terbesar di antara kita adalah mereka yang melayani. Ia berkata, “Jika Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, kamu pun harus saling membasuh kaki” (Yoh. 13:14).

Refleksi permenungan kita adalah pertama: Pelayanan yang Tulus: Tindakan Yesus membasuh kaki para murid mengajak kita untuk merenungkan bagaimana kita melayani satu sama lain.

Apakah kita siap untuk merendahkan diri dan melayani sesama dengan tulus, tanpa memandang status atau kedudukan?

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved